Film Serial Pilihan di Akhir Pekan, Animasi Avatar: The Last Airbender Sukses Mengobati Kerinduan ala Film Kartun

Efek visual yang menciptakan dunia fantasi ini tidak diragukan lagi sangat mengesankan, mulai dari pembangunan kota-kota besar hingga desain makhluk-makhluknya (Appa, si bison langit, terlihat fantastis hingga ke detail terkecil). Ada beberapa layar hijau yang sangat jelas terlihat di Negara Api dan saat geng ini melakukan perjalanan melalui udara, tapi untungnya tidak terlalu berpengaruh.

Serial ini bagus dalam menggambarkan aksinya, dan bergerak bersama ceritanya dengan kecepatan tinggi. Kita akan berpindah dari Kutub Selatan ke Kutub Utara dalam kurun waktu delapan episode, dan meskipun tidak selalu masuk akal secara naratif (atau terkadang tidak sama sekali), film Avatar ini tidak terhenti.

Serial ini enak ditonton, hiburan yang mudah, dan terkadang sepertinya acara ini mengharapkan Anda untuk tidak sepenuhnya memperhatikan. Setiap karakter memiliki kecenderungan untuk menandai ketukan cerita dengan komentar yang jelas.

Mulai dari Katara yang berseru, “Ugh, saya tidak mengerti!” setelah mengacaukan gerakan membengkokkan air, hingga Aang yang mengatakan “Saya benar-benar mulai melihat orang seperti apa [Zuko]” setelah tiga episode interaksi. Pola ini semakin lama semakin tidak bisa dimaafkan, dan itu semua menutupi dialog yang bermakna dari acara ini.

Isu tersebut menyoroti sedikit pertanyaan terbuka: untuk siapa serial ini? Kartun aslinya ditujukan untuk anak-anak tetapi memiliki tema yang berat, dikemas dan disajikan dengan cara yang menarik bagi orang dewasa ala Harry Potter.