Pendaki sekaligus musisi Fiersa Besari mengungkapkan kronologi evakuasi dua pendaki yang meninggal dunia saat mendaki Carstensz Pyramid, yakni Lilie Wijayati Poegiono atau dikenal sebagai Mamak Pendaki, dan Elsa Laksono.
Melalui unggahan di akun X miliknya, Fiersa menyampaikan belasungkawa mendalam serta mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai insiden tersebut.
“Turut berduka cita atas berpulangnya Bu Lilie Wijayati Poegiono dan Bu Elsa Laksono. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” tulis Fiersa, dikutip dari media sosial X, Senin, 3 Maret 2024.

Fiersa mengungkapkan bahwa dirinya dan rekannya, Furky Syahroni, baru tiba kembali di Timika setelah tertahan di Base Camp Yellow Valley (YV) akibat cuaca buruk yang menghambat pergerakan helikopter, satu-satunya akses resmi ke kawasan tersebut.
“Kami berada di basecamp YV dan turut berduka atas tragedi ini. Saat ini kondisi kami stabil,” ujarnya.
Medan Ekstrem dan Risiko Tinggi
Fiersa menjelaskan bahwa medan Carstensz Pyramid berbeda dengan gunung lain di Indonesia. Tebing curam dengan ketinggian sekitar 600 meter dari basecamp YV di 4.200 meter di atas permukaan laut (mdpl) hingga puncak setinggi 4.884 mdpl mengharuskan pendaki untuk menguasai teknik penggunaan tali saat naik dan turun.
Selain itu, cuaca buruk dan suhu ekstrem meningkatkan risiko hipotermia bagi pendaki yang terlalu lama diam di satu tempat. Menurut Fiersa, rombongannya terdiri dari tiga orang, sementara Bu Lilie dan Bu Elsa tergabung dalam tim beranggotakan empat orang dengan operator tur yang berbeda.
Pada 28 Februari 2025, selain mereka dan tamu asing, terdapat juga rombongan dari Balai Taman Nasional yang turut mendaki. “Kami baru mengetahui adanya insiden setelah tiba di basecamp YV pada 28 Februari 2025 pukul 22.48 WIT. Informasi lebih lanjut kami terima pada 1 Maret 2025 sekitar pukul 04.00 WIT. Kami kaget dan sedih,” kata Fiersa.
