Begini Cara Ampuh Atasi Microsleep saat Perjalanan Arus Balik

Merasa ngantuk tapi memaksakan diri mengemudi bisa menjadi microsleep yang membahayakan pengemudi. | Ilustrasi Istimewa
Saat menempuh perjalanan jauh dengan kendaraan roda empat, ada bahaya yang mengintai pengendara ketika melintas di jalan tol: highhway hypnosis dan microsleep. Ketiduran sekejap yang kerap sebabkan kecelakaan fatal. Bagaimana cara menghindari bahaya ini?

__________

Menurut Dede Nasrullah, Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UM Surabaya, highhway hypnosis merupakan fenomena di mana otak seseorang terhipnotis karena keadaan yang terlalu monoton—seperti suasana di jalan tol—sehingga mengalami setengah sadar.

Sementara microsleep adalah hilangnya kesadaran atau perhatian seseorang yang berlangsung sekitar sepersekian detik. Biasanya muncul ketika seseorang mengantuk hingga tertidur tiba-tiba dalam waktu singkat.

Gejala highway hypnosis berupa mengantuk, kehilangan konsentrasi, atau kekaburan mental, pikiran linglung, waktu terasa lambat, kelopak mata berat atau sering berkedip.

Bacaan Lainnya

Untuk itulah, bagi yang menempuh perjalanan arus balik Lebaran harus memerhatikan beberapa hal terkait highway hypnosis dan microsleep.

Pertama, menjaga komunikasi. “Pengemudi cukup melakukan komunikasi sederhana dengan penumpung untuk menghindari rasa bosan,” kata Dede, dikutip Ahad, 6 April 2025.

Kedua, istirahat sejenak. Makin lama seseorang menghabiskan waktu di jalanan dengan kondisi monoton, bakal makin membuat fisik dan otak lelah. Maka, disarankan untuk istirahat jika sudah menyetir terlalu lama.

Ketiga, minum kafein jika mengantuk. Kafein dapat membantu meningkatkan fokus dan konsentrasi, tetapi mungkin tidak cukup untuk membuat tubuh segar sepenuhnya.

Selain kafein, pengemudi bisa memakan makanan ringan atau dengan menguyah permen untuk menghilangkan kebosanan.

Keempat, jangan terlalu makan kenyang. Kata Dede, usahakan jangan makan terlalu banyak ketika hendak mengemudi karena menyebabkan kantuk.

Kelima, lepaskan pandangan keluar mobil dengan tetap menjaga kewaspadaan.

“Lepaskanlah pandangan keluar mobil dan cari sesuatu yang menarik perhatian supaya tidak cepat bosan. Tetap usahakan untuk fokus menyetir,” imbuhnya.

Keenam, hindari alkohol dan obat-obatan yang dapat memengaruhi kemampuan mengemudi.

Terakhir, ketujuh, tidur yang cukup. Seorang yang hendak mengemudi harus tidur antara 7-9 jam agar bisa menjalani aktivitas dengan pikiran dan badan yang segar.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *