Dari kolonialisme hingga globalisasi, kurikulum Indonesia terus dipengaruhi kekuatan politik dan ideologi.
Penulis: Redaksi
Said Aqil Dinilai Paling Layak Jadi Rais Aam NU
Menjelang Muktamar ke-35 NU, perbincangan tentang Rais Aam mengerucut pada marwah, kriteria keulamaan, dan figur KH Said Aqil Siradj.
Kurikulum Global Membentuk Nalar Siswa, Nilai Bangsa Terdesak di Ruang Kelas
Kajian kritis menyoroti kurikulum sebagai pintu masuk ideologi asing yang membentuk nalar siswa dan menggeser nilai bangsa Indonesia.
Persada Sukarno Luncurkan Pilot Project BINLAT Kediri
Persada Sukarno Kediri bersama Pemkab Kediri meluncurkan pilot project BINLAT dan laboratorium karakter untuk memperkuat pendidikan dan jati diri bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Sekolah Tak Pernah Netral: Jejak Ideologi Asing Membentuk Nalar Generasi Indonesia
Sejarah pendidikan Indonesia menunjukkan sekolah tak pernah netral. Dari penjajahan hingga Reformasi, ruang kelas kerap menjadi jalur masuk ideologi asing yang membentuk cara berpikir generasi muda secara halus dan sistematis.
Sebelum Beras Berkuasa, Orang Jawa Hidup dari Uwi
Sebelum beras berkuasa, orang Jawa hidup dari uwi. Feature investigatif ini membahas sejarah pangan, penjajahan, dan hilangnya keragaman pangan Nusantara di tengah krisis ketahanan pangan Indonesia.
Uwi Bukan Ubi, Peneliti Nilai Kesalahan Kolektif Ini Merugikan Pangan Lokal
Uwi kerap disamakan dengan ubi, padahal berbeda secara ilmiah dan historis. Peneliti menilai kesalahan kolektif ini merugikan data pangan, kebijakan diversifikasi, dan pelestarian umbi lokal Indonesia.
Shiddiqiyyah dan Jejak Kejujuran Iman: Dari Peristiwa Isro’ Mi’roj hingga Bangkit di Jombang
Jejak Thoriqoh Shiddiqiyyah berawal dari sikap membenarkan Isro’ Mi’roj, berkembang di Timur Tengah, dan bangkit kembali dari Ploso, Jombang, sebagai ajaran spiritual yang berpadu dengan kemanusiaan sosial.
Shiddiq di Saat Krisis: Ketika Jujur Jadi Pilihan Terberat
Menjelang Hari Shiddiqiyyah 2026, krisis ekonomi memperlihatkan bagaimana kejujuran diuji di level individu hingga kebijakan publik.
Di Tepi Gerbong yang Retak
Kasus hukum seorang Gus mengguncang batin santri, membuka krisis loyalitas, moral pesantren, dan relasi agama dengan kekuasaan.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.









