Meski sedang sibuk berkarier di luar negeri, Agnes Monica atau yang akrab disapa Agnes Mo tetap menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi Indonesia. Pelantun hits internasional ini membagikan video dirinya menyanyikan lagu “Ibu Pertiwi” sebagai bentuk keprihatinan dan pesan damai bagi warga Tanah Air.
__________________
Dalam unggahannya, Agnes menulis, “Sorry kalau cuma bisa seadanya. Saat ini saya sedang di Toronto, berusaha fokus mengukir prestasi (yang ujung-ujungnya juga demi nama negeri sendiri). Di tengah kesibukan shooting dan physio karena minor injury, I can’t close my eyes to what’s happening in Indonesia.”
Agnes menjelaskan, kesibukan bukan menjadi alasan untuk menutup mata terhadap kondisi negeri. Ia pun menyempatkan satu hari untuk merekam dua lagu nasional Indonesia, meski menggunakan peralatan sederhana.
View this post on Instagram
“Maaf kalau mungkin hasilnya tidak sempurna, but in the midst of my schedule, I finally found only 1 day to sing these 2 of Indonesia’s most beloved national songs and shoot them with a simple camera. I hope this can bring a little peace to my fellow Indonesians… Anarki bukan jawabannya, tapi introspeksi diri,” tulis Agnes Mo.
Penyanyi yang kini sedang meniti karier di kancah internasional ini juga menekankan pentingnya persatuan dan kewaspadaan terhadap provokasi. “Do not allow yourselves to be provoked. Do not allow yourselves to be manipulated. We are wiser. We are stronger. We are no longer the Indonesia of 1998. Warga jaga warga. Because in the end, we are one nation — bound together by a single truth: Unity in Diversity (Bhinneka Tunggal Ika),” tambahnya.
Video singkat ini pun mendapat respons hangat dari warganet. Berbagai komentar memuji suara dan dedikasi Agnes Mo, bahkan ada yang mengaku merinding mendengar lagu “Ibu Pertiwi” versi penyanyi yang telah membawa nama Indonesia di panggung internasional ini.
Untuk penggemar luar negeri, Agnes juga menjelaskan sejarah lagu “Ibu Pertiwi”, yang awalnya diadaptasi dari himne Kristen “What a Friend We Have in Jesus” (1855) dan lirik Indonesia dibuat oleh Kamsidi Samsuddin pada 1908.
Unggahan ini menunjukkan Agnes Mo tetap bangga membawa nama Indonesia ke dunia, sekaligus menjadi pengingat pentingnya introspeksi diri dan menjaga persatuan.***