Wali Kota Eri berharap permasalahan ini bisa diselesaikan dengan baik. Ia yakin Persebaya dan Persib masih bersaudara hingga kini.
“Semoga hubungan kita, Bonek dan Viking, tetap terjalin seperti biasanya. Bonek dan Viking ini kan satu saudara. Kami juga akan menindaklanjuti masalah ini dengan pihak kepolisian,” ujarnya.
Eri mengaku terus berkoordinasi dengan kepolisian agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Ia memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama jajaran Polrestabes Surabaya, Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, dan Bonek akan berjaga di setiap stasiun yang ada.
“Saya yakin ini bukan Bonek. Ini entah Bonek dari mana. Mereka ingin merusak nama baik Bonek. Kalau ada yang melakukan kerusakan seperti ini, Bonek sebenarnya tidak seperti itu,” tegasnya.
Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga nama baik Kota Surabaya, Persebaya, dan Bonek.
“Ayo kita jaga nama baik Bonek, nama baik Surabaya, dan nama baik Persebaya. Karena bagaimanapun, Surabaya tidak terlepas dari nama Bonek. Maka dari itu, saya berharap kepada semua Bonek, mari kita jaga nama Kota Surabaya. Nanti kita juga akan mengawal saudara kita Viking yang akan pulang dari Madura,” pungkasnya.♦





