Houthi Serang Riyadh, RI Belum Larang Perjalanan Umrah

Jemaah sedang menunaikan ibadah umrah. (Getty Images/iStockphoto/Aviator70) 

Pemerintah Indonesia belum melarang perjalanan umrah meski ada serangan Houthi di Riyadh. Calon jemaah diimbau memilih rute penerbangan langsung demi keamanan.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyatakan pemerintah belum melarang perjalanan ibadah umrah ke Arab Saudi. Keputusan ini diambil meski eskalasi keamanan meningkat akibat serangan kelompok Houthi.

Pemerintah saat ini hanya mengimbau calon jemaah Indonesia untuk memilih penerbangan langsung ke Jeddah atau Madinah. Langkah tersebut bertujuan meminimalkan risiko perjalanan di tengah ketidakpastian kawasan.

“Sampai hari ini kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI dan otoritas Saudi Arabia. Belum ada keputusan untuk mengimbau atau melarang perjalanan ke Saudi Arabia,” kata Dahnil, Rabu, 14 Oktober 2026.

Bacaan Lainnya

Beda Sikap dengan Negara Tetangga

Sikap Indonesia ini berbeda dengan langkah darurat yang diambil oleh Malaysia dan Singapura. Kedua negara tetangga itu telah resmi meminta warganya untuk menunda keberangkatan umrah maupun perjalanan tidak mendesak lainnya.

Ihwal keamanan di Tanah Suci, Dahnil menyebut otoritas Kerajaan Arab Saudi memastikan kondisinya aman bagi jemaah. Meski demikian, pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan situasi secara intensif.

Penyesuaian Jadwal Maskapai

Menyusul serangan di Riyadh, sejumlah maskapai internasional di Bandara Soekarno-Hatta menyesuaikan jadwal penerbangan ke Arab Saudi. Penyesuaian ini mencakup pengurangan frekuensi hingga pembatalan keberangkatan.

Asisten Deputi Komunikasi dan Hukum Bandara Internasional Soekarno-Hatta Yudistiawan menjelaskan, Emirates membatalkan seluruh penerbangannya. Rute yang dibatalkan mencakup tujuan Jeddah, Madinah, Riyadh, dan Dammam.

“Etihad Airways membatalkan penerbangan menuju Riyadh hingga 19 Oktober 2026 dan menuju Dammam hingga 15 Oktober 2026,” ujar Yudistiawan melalui keterangan resmi pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Selain itu, maskapai Saudia menutup rute ke Riyadh namun tetap melayani penerbangan ke kota lain di Arab Saudi. Yudistiawan pun mengimbau para penumpang rutin memeriksa informasi jadwal penerbangan masing-masing.

Dampak Serangan Houthi

Sebelumnya, kelompok Houthi melancarkan rentetan serangan rudal ke Bandara Internasional King Khalid di Riyadh. Insiden pada 10 dan 11 Oktober 2026 tersebut menewaskan 13 orang serta melukai ratusan orang lainnya.

Akibat insiden mematikan itu, operasional penerbangan Bandara King Khalid ditutup sementara. Penutupan berlangsung hingga 17 Oktober 2026 pukul 21.00 GMT untuk proses pemeriksaan dan verifikasi keamanan menyeluruh.

“Kami berharap semua pihak di Timur Tengah menahan diri, jangan terjebak dengan perang terbuka yang justru akan merugikan semua pihak, apalagi langsung atau tidak langsung pasti berdampak terhadap aktivitas ibadah umat Islam di Tanah Suci,” kata Dahnil.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan