Martha Tilaar Berpulang saat Penjualan Martina Berto Melonjak 36 Persen

Martha Tilaar. (Istimewa)

Martha Tilaar berpulang di usia 89 tahun, tepat saat perusahaan yang ia rintis dari garasi 6 x 4 meter mulai bangkit. Penjualan Martina Berto melonjak 36,55 persen di semester I 2026.

Pendiri Martha Tilaar Group sekaligus perintis merek kosmetik Sariayu, Martha Tilaar, meninggal dunia di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, Rabu (14/10) pukul 06.22 WIB, dalam usia 89 tahun.

Kabar duka itu diumumkan keluarga besar Martha Tilaar Group lewat akun Instagram resmi @martha_tilaar. Keluarga menyampaikan “duka cita yang mendalam atas berpulangnya pendiri dan panutan kami”.

Jenazah disemayamkan di rumah keluarga di Patra Kuningan, Jakarta Selatan. Keluarga menjadwalkan pemakaman di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat, pada Jumat (16/10).

Bacaan Lainnya

Persatuan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Salon Indonesia (Tiara Kusuma), tempat Martha duduk sebagai Dewan Kehormatan, turut berbelasungkawa. Organisasi itu berterima kasih atas inspirasi dan kontribusi Martha “bagi dunia kecantikan Indonesia”.

Dari Garasi 6 x 4 Meter

Martha lahir dengan nama Martha Handana di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, pada 4 September 1937. Sebelum merintis bisnis, ia bekerja sebagai guru.

Selepas menimba ilmu kecantikan di Amerika Serikat, ia membuka salon seluas 6 x 4 meter di garasi rumah ayahnya di Menteng, Jakarta, pada 1970.

Tujuh tahun kemudian, Martha menggandeng Theresia Harsini Setiady dari PT Kalbe Farma untuk mendirikan PT Martina Berto. Perusahaan itu lalu meluncurkan Sariayu Martha Tilaar sebagai produk pertamanya.

Pada 1999, kelompok usaha Martha mengambil alih kepemilikan Martina Berto dari Kalbe. Pada 2011, perusahaan itu melantai di Bursa Efek Indonesia.

Sariayu dikenal lewat koleksi yang mengangkat kekayaan alam dan budaya daerah, dari Sumatra, Bali, Toraja, hingga Papua.

Atas kiprahnya, Martha menerima gelar Perekayasa Utama Kehormatan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada 2012, serta Bintang Budaya Parama Dharma dari pemerintah pada 2016.

Berpulang di Tengah Pemulihan

Kepergian Martha bertepatan dengan upaya perusahaan yang ia dirikan untuk bangkit. Sepanjang 2025, PT Martina Berto Tbk (MBTO) membukukan rugi bersih Rp27,8 miliar dengan penjualan Rp401,5 miliar.

Angka itu tercantum dalam materi paparan publik perusahaan pada Juni 2026.

Tahun ini, kinerjanya mulai berbalik. Hingga semester I 2026, penjualan bersih MBTO menyentuh sekitar Rp254 miliar, melonjak 36,55% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Data itu dipaparkan Direktur Utama MBTO Bryan Tilaar, putra Martha, kepada Kontan.

Sepanjang 2026, perusahaan menargetkan penjualan Rp501,82 miliar, naik sekitar 25% dari tahun lalu, dengan laba Rp24,8 miliar.

Martha meninggalkan empat anak: Bryan, Pingkan, Wulan, dan Kilala Tilaar. Suaminya, pakar pendidikan Profesor H.A.R. Tilaar, lebih dulu berpulang pada Oktober 2019 dalam usia 87 tahun.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan