Kemhan Tegaskan Komcad ASN Bukan Wajib Militer

Ilustrasi Komcad ASN. DOK. KEMHAN
Kemhan menegaskan pelatihan Komcad untuk ASN bukan wajib militer, dan peserta akan kembali bertugas di instansi setelah pendidikan selesai.

Kementerian Pertahanan menegaskan program pelatihan Komponen Cadangan bagi aparatur sipil negara bukan wajib militer. Kepala Pusat Komponen Cadangan Badan Cadangan Nasional Kemhan, Brigjen TNI Hengki Yuda Setiawan, mengatakan ASN tetap kembali ke profesi dan fungsi sipilnya setelah pelatihan selesai. 

Hengki menyampaikan hal itu di Kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Rabu, 8 April 2026. Ia menekankan Komcad disiapkan agar ASN memiliki bekal kemampuan dasar kemiliteran tanpa mengubah status mereka menjadi prajurit aktif. Mengutip laporan ANTARA, peserta akan kembali ke instansi setelah pendidikan berakhir. 

Fokus Ancaman Nirmiliter

Kemhan meminta publik tidak memandang Komcad semata sebagai persiapan menghadapi perang fisik. Hengki mengatakan pembekalan itu juga relevan untuk menghadapi ancaman nirmiliter, yang menurut undang-undang menjadi ranah kementerian dan lembaga. Keterangan itu dikutip media pada 8–9 April 2026.  

Bacaan Lainnya

Dalam pelaksanaannya, materi untuk ASN disebut disesuaikan dengan kebutuhan kedinasan. Selain kurikulum baku Komcad, Kemhan membuka ruang bagi kementerian lain untuk menambahkan materi penguatan sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing instansi.  

Materi Disesuaikan

Hengki juga menyebut pelatihan tidak hanya menekankan aspek fisik. Materi akan mencakup psikologi lapangan, ketangguhan mental, empati, kerja bersama, dan kemampuan memecahkan masalah agar ASN lebih siap menghadapi persoalan saat menjalankan tugas negara. 

Sebelumnya, menurut laporan ANTARA, Kemhan menyiapkan kuota 4.000 ASN dari kementerian dan lembaga di Jakarta pada semester pertama 2026. Gelombang pertama direncanakan diikuti 2.000 ASN di lima lokasi pelatihan, sementara gelombang kedua digelar pada pertengahan tahun.***

Pos terkait