Sineas Indonesia mengangkat kembali kisah heroik Pangeran Diponegoro lewat tiga film berbeda—dari produksi AI hingga garapan epik layar lebar.
__________
Untuk memperingati 200 tahun Perang Jawa (1825–1830) sekaligus 80 tahun Kemerdekaan Bangsa Indonesia, para sineas Indonesia meluncurkan tiga proyek film tentang Pangeran Diponegoro.
Mars Media memperkenalkan Diponegoro Hero: 200 Tahun Perang Jawa, film berdurasi 30 menit yang sepenuhnya dibuat dengan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Film ini digarap sutradara King Bagus hanya dengan lima pekerja dan biaya Rp200 juta.
“Membangun konsistensi untuk AI itu sangat susah. Banyak yang bisa bikin 8 detik, 16 detik, tapi di atas 3 menit tumbang. Tantangan kami di situ,” kata King Bagus, Senin, 21 Juli 2025 lalu.
Film ini menggandeng Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro (Patra PADI) sebagai penasihat historis dan bisa ditonton gratis di platform usky.ai.
Sementara itu, Angga Dwimas Sasongko lewat Visinema Pictures menggandeng Gita Wirjawan dari Endgame dalam proyek Perang Jawa. Film ini masuk tahap pra-produksi dan ditargetkan rilis 2027.

Angga menegaskan, filmnya independen tanpa dana Kementerian Kebudayaan. “Dengan mentor dari Peter Carey, perjuangan Pangeran Diponegoro ingin kami buat melampaui batas Indonesia, bahkan Asia Tenggara,” ujar Angga.
Adapun Kementerian Kebudayaan juga menyiapkan film Pangeran Diponegoro. Menteri Fadli Zon menyebut film akan menjadi medium budaya paling utuh.
“Kami akan coba buat film tentang beliau yang lebih besar dan dramatis,” kata Fadli, Ahad, 20 Juli 2025.
Film ini disebut akan mengambil pijakan awal dari karya klasik “November 1828” garapan Teguh Karya (1979).
Dengan tiga proyek berbeda, kisah perjuangan Diponegoro dipastikan hadir kembali di layar, dari eksperimen AI revolusioner hingga produksi epik berskala besar.***





