Mas Gibran cetak gol ke gawang Mas Kiper, jagat maya geger. Tapi bukan karena bolanya, melainkan skenarionya. Di sepak bola ala politik, yang penting: siapa pegang peluit…
__________
Jagat maya kembali geger, bukan karena harga cabai naik, tapi karena cuplikan video Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka sedang bermain bola. Bukan sembarang main bola, Mas Gih eh Mas Gib — demikian ia dipanggil dalam dunia stand-up roasting — berhasil “membobol MK”, alias Mas Kiper, yang belakangan diketahui juga menjabat sebagai penjaga gawang masa depan demokrasi.
Dalam video berdurasi singkat itu, tampak Mas Gih eh Mas Wapres menggiring bola sendirian, tanpa pengawalan ketat, melewati lawan-lawan yang tampaknya sudah paham kode: jangan jegal Mas Gib, nanti dikira menjegal masa depan bangsa.
Suara komentator terdengar riuh, bercampur dengan satire khas komika: “Kalau saya di situ, Mas Gib, saya sleedding itu. At least komen-komennya. Biar Mas Gibran bisa lebih gampang maju.”
Adalagi po konten pinggir jurang terkait video kepalsuan Gibran main bola.Konten kreator skrng enak banget selalu dikasih bahan sama keluarga Mulyono dan penguasa.😂🤪Pagii #TahunBaruIslam https://t.co/jVncvoHyaJ pic.twitter.com/OS9rXpt393— Anak ogi (@Anak__Ogi) June 27, 2025
Yang paling viral adalah momen ketika bola masuk ke gawang dengan dramatis, disusul komentar penuh sindiran: “Mas Lionel Gibran berhasil menggugul MK.” Nama MK di sini bukan Mahkamah Konstitusi, melainkan Mas Kiper — tokoh fiktif dalam dunia roasting yang disebut-sebut terlalu ‘ramah’ menjaga gawang.
Mas Kiper, yang diwawancarai usai pertandingan, tidak tampak sedih meski kebobolan. Sebaliknya, ia tersenyum lebar. “Walaupun kemarin kegugulan, tapi tetap ada hikmahnya. Sekarang saya diangkat Menteri,” katanya. Tidak disebutkan menteri apa, tapi netizen menduga beliau kini menjabat sebagai Menteri Ketahanan Etika Publik.
Pertandingan itu juga dihadiri oleh Gubernur Smoot alias Sumut, Mas Pop, yang memberikan analisis ala komentator profesional.
“Mas Lionel Gibran memang sangat cocok dalam dunia sepak bola, karena striker itu harus haus cetak gul, bukan cuma haus spotlight,” ujarnya, disambut emoji tertawa dari penonton daring.
Video ini sontak menjadi bahan roasting para komika dan netizen, yang menyambutnya dengan komentar: “Permainan cantik, skenario lebih cantik.” Sebagian lainnya justru bertanya, “Peraturannya udah direvisi, ya? Kok nggak ada yang sliding?”
Sejauh ini belum ada klarifikasi dari tim Mas Gib soal pertandingan itu. Namun, satu yang pasti, dalam sepak bola ala politik, yang penting bukan menang atau kalah — yang penting siapa yang punya peluit.
Video unggahan itu mendapat respons lumayan pedas dari netizen. Akun @LanangJagad31 menulis, “Kreativitas konten kreator terbantukan oleh kebodohan-kebodohan keluarga Mulyono.”
Sementara akun @Djuse4 berkomentar, “Masa iya penjaga gawang justru tepuk tangan bahagia manakala gawang kebobolan. Lumayan mereka bisa kreatif… dia dah terlatih dibully. Untung bukan zaman Orba, aman anda bang.”
Sedangkan akun @sastro1981 menyindir lebih tajam, “Jadi penasaran… apakah si Wapres hapal lagu Indonesia Raya?”****