Tips Memilih Hewan Kurban Sehat: Perhatikan Mulai dari Pola Makan hingga Bulunya

Untuk memastikan hewan kurban dalam keadaan baik atau prima, ada beberapa ciri yang perlu diperhatikan. | Ilustrasi by Sora/Samudra Fakta
Menjelang Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, makin banyak warga Muslim yang hendak berkurban tahun ini mencari hewan kurban. Perlu jeli memilih hewan yang baik, biar kurbannya afdal. Bagaimana ciri-ciri hewan kurban yang baik?

__________

Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Sunarno Aristono, memberikan tips bagi warga yang ingin membeli hewan kurban agar memastikan hewan yang dibeli dalam kondisi prima.

Menurut Sunarno, ciri hewan kurban yang baik, yang paling mudah dilihat, adalah hewan itu mau makan. Tidak kurus. Selain itu, tidak ada luka atau cacat pada hidung, mulut, dan  kakinya. Selain itu, “Bulunya ini tidak berdiri. Terus kalau badannya gemuk, dia bisa berdiri tegak,” kata pejabat yang kerap disapa Aris itu, dikutip Sabtu, 31 Mei 2025.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, DKPP  Surabaya intensif melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di berbagai titik lapak penjualan, untuk memastikan hewan kurban yang dijual di Surabaya prima semuanya. Kata Kepala DKPP Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, kegiatan ini adalah langkah preventif, untuk memastikan hewan kurban dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit.

“Kami, dari Tim DKPP, hari ini memeriksa hewan kurban di seluruh Kota Surabaya, di lapak-lapak penjualan hewan kurban. Kami periksa kesehatan hewan kurban baik sapi maupun kambing kita periksa,” kata Antiek, Jumat, 30 Mei 2025.

Pemeriksaan hewan kurban dilakukan untuk memastikan agar jangan sampai ada yang terkena penyakit menular, seperti penyakit mulut dan kuku (PMK), lumpy skin disease (LSD), hingga antraks. “Pemeriksaan ini untuk mencegah terjadinya penyakit di Kota Surabaya,” imbuhnya.

Sedangkan Aris menambahkan, pemeriksaan mencakup berbagai aspek kesehatan hewan, di antaranya pemeriksaan mata, mulut, kaki hingga gigi hewan kurban.

“Mulai dari matanya harus jernih, bulunya mengkilat, dari segi kotoran tidak diare. Kemudian dari mulut dan kakinya tidak ada luka, terus kalau giginya itu minimal kalau untuk sapi poel (gigi tanggal) itu minimal usia di atas dua tahun, kemudian tidak cacat, nafsu makannya baik. Kemudian suhu tubuh juga normal, badannya simetris bisa berdiri tegak,” ujar Aris.

DKPP Kota Surabaya melakukan pemeriksaan hewan kurban di lapak-lapak pedagang, Jumat, 30 Mei 2025. | Kontributor SF

Aris mengeklaim pihaknya belum ditemukan kasus penyakit serius pada hewan kurban di lapak-lapak pedagang. Namun, biasanya ada beberapa kasus ringan seperti kembung atau penurunan nafsu makan akibat perjalanan atau terkena hujan.

“Selama ini belum ada temuan. Untuk yang sakit biasanya karena perjalanan, sakit kembung atau mungkin kena hujan sehingga nafsu makan berkurang, itu harus dipisahkan. Kita evaluasi kita pisahkan, kemudian kita kasih vitamin,” jelas Aris.

Ia menambahkan bahwa pemeriksaan hewan kurban akan berlangsung hingga 4 Juni 2025 atau sebelum Hari Raya Iduladha. Pemeriksaan ini dilakukan secara menyeluruh di 31 kecamatan dan 154 kelurahan se-Kota Surabaya.

Rachmad Wiyono, salah satu pedagang hewan kurban, mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya yang telah memfasilitasi pedagang dalam menjaga kesehatan hewan kurban.

“Kami sebagai pedagang atau penjual rutin tahunan ini merasa terfasilitasi banyak untuk menjaga kesehatan hewan. Bahkan, ketika hewan itu sehat dan legal standing surat kesehatan juga ada, itu memberikan kenyamanan sendiri bagi pembeli atau pelanggan,” kata Rachmad.

Warga Jambangan Kota Surabaya ini juga menegaskan bahwa legalitas dan kondisi kesehatan hewan kurban menjadi prioritas dalam usahanya.

“Itulah yang menjadi dasar kuat kami, kenapa kita walaupun berat prosesnya (tahapan) tetap kita jalani, agar masyarakat merasakan bahwa jualan hewan kurban kita memang yang resmi, sah dan sehat,” tambahnya.

Rachmad mengaku telah menjual hewan kurban selama 10 tahun. Pada musim kurban tahun ini, ia menyediakan sebanyak 90 ekor sapi dan 53 ekor kambing.***

Pos terkait