Penggerebekan arena sabung ayam di Desa Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, berujung tragis. Tiga anggota polisi gugur dalam baku tembak yang terjadi di kawasan Register 44, Kabupaten Way Kanan, Lampung. Ketiganya adalah Kapolsek Negara Batin, Iptu Lusiyanto, serta dua anggotanya, Bripka Petrus dan Bripda Ghalib.
Peristiwa jelang buka puasa ini menimbulkan pertanyaan besar: siapa yang berada di balik perjudian berskala besar ini? Informasi yang berhasil dihimpun, penggerebekan arena sabung ayam diduga milik oknum TNI dimulai pukul 16.30 WIB.
Tim gabungan dari Samapta Polres Way Kanan dan Polsek Negara Batin, yang dipimpin Ipda Engga, memasuki area yang diduga menjadi pusat perjudian ilegal.
Namun, sebelum sempat mengambil alih lokasi, tembakan meletus. Kapolsek Negara Batin, Iptu Lusiyanto, bersama Bripka Petrus dan Bripda Ghalib terkena peluru. Ketiganya tewas di tempat. Dari foto yang beredar di media sosial X, tiga anggota polisi ini mengalami luka tembak pada kepala
Suasana di lokasi mencekam. Dua ambulans dari Puskesmas Gisting Jaya dikerahkan untuk mengevakuasi korban. Sementara itu, polisi memperketat penjagaan di sekitar area kejadian, khawatir akan adanya serangan lanjutan atau upaya pelaku melarikan diri.
Akun humas Polda Lampung membenarkan kejadian ini. Mereka mengunggah ungkapan duka cita melalui media sosial X. “Inalillahi wa innaailaihi rojiunnn. Polda Lampung berduka. 3 Bhayangkara gugur dalam tugas,” tulis @humaspoldalpg, pada Senin, 17 Maret 2025 pada pukul 22.30 WIB.
Kapendam II/Sriwijaya, Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar, menegaskan pihaknya akan menindak tegas siapa pun yang terbukti terlibat dalam insiden ini. “Jika ada oknum yang terlibat, kami pastikan akan ada sanksi yang diberikan,” ujar Eko Syah Putra kepada Antara.
Namun, investigasi masih berjalan. Berbagai spekulasi berkembang di tengah masyarakat. Apakah jaringan perjudian ini memiliki keterkaitan dengan aparat keamanan? Bagaimana bisa sebuah arena sabung ayam berkembang tanpa terendus dalam waktu lama?


