Muhammadiyah kemungkinan bakal menempati lima pos pada kabinet mendatang. Lima nama kadernya masuk di antara 49 calon menteri dan 57 calon wakil menteri/kepala badan yang sudah dipanggil Presiden RI Terpilih Prabowo Subianto di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Senin dan Selasa, 14 – 15 Oktober 2024.
Kelima kader Muhammadiyah tersebut adalah Sekretaris Umum (Sekum) PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, sebagai calon Menteri Pendidikan Dasar Menengah, serta Fauzan, Dzulfikar Ahmad Tawalla, Dahnil Anzar Simanjuntak, dan Fajar Rizaul Haq.
Abdul Mu’ti
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, usai menemui Prabowo pada Senin (14/10/2024), mengungkap jika dia diberi amanah untuk memimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Dia juga menyebut bakal didampingi dua wakil menteri.
“Tadi Pak Prabowo memberikan amanah pada saya untuk memimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan insya Allah saya didampingi dua orang wakil menteri. Tetapi saya belum tahu otoritasnya,” ujar Abdul Mu’ti di Jalan Kertanegera, Jaksel, Senin (14/10/2024).
Abdul Mu’ti lahir di Kudus, 2 September 1968. Dia tercatat sebagai anggota Muhammadiyah sejak 1994. Mu’ti sudah banyak menduduki jabatan di Muhammadiyah sebelum menjadi Sekum PP.
Tidak hanya di PP Muhammadiyah, kiprahnya juga diakui di bidang lain. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) periode 2011-2017 dan Anggota BAN-S/M periode 2006-2011.
Di kancah internasional Abdul Mu’ti merupakan salah satu Advisor di British Council London sejak 2006. Ia juga aktif menulis buku dan berbagai opini di media dan dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Pendidikan Agama Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pengukuhan guru besar ke-1.050 tersebut dilaksanakan pada 2 September 2020.
Prof. Fauzan, M.Pd.
Prof. Fauzan dipanggil ke kediaman Presiden Terpilih Prabowo Subianto pada Selasa (15/10/2024). Namun, belum diketahui posisi apa yang ditawarkan Prabowo kepadanya.
Prof Fauzan merupakan mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Periode 2016- 2020 dan 2020-2024. Dia juga pernah ditunjuk menjadi Wakil Ketua Koordinator Strategis Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024.
Dia pernah menjabat sebagai Pembantu Rektor II Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan tahun 2009-2012, dan kepala BAU tahun 2000. Ia menjadi rektor UMM menggantikan seniornya, Muhadjir Effendy, yang menjabat rektor sejak 2000.
Dzulfikar Ahmad Tawalla
Ketua PP Muhammadiyah ini diketahui hadir di kediaman Prabowo Subianto pada Selasa (15/10), sekitar pukul 13.58 WIB. Dia datang bareng mantan Wali Kota Bogor dari PAN Bima Arya, mantan politikus PDIP Budiman Sudjamitko, politikus Golkar Christina Aryani, mantan Stafsus Presiden Jokowi, Aminnudin Maruf, dan Anggota Dewan Pembina PSI Isyana Bagoes Oka.
Belum diketahui posisi apa yang ditawarkan Prabowo kepada Dzulfikar Ahmad Tawalla.
Dzulfikar Ahmad Tawalla sendiri merupakan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah masa bakti 2023-2027. Ia ditetapkan sebagai ketum dalam Muktamar XVIII Pemuda Muhammadiyah yang digelar di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Kamis, 23 Februari 2023.
Dzulfikar menggantikan ketum sebelumnya, Sunanto, atau lebih dikenal dengan Cak Nanto.
Dzulfikar cukup lama berkecimpung di organisasi Muhamammadiyah. Pria asal Sulawesi Selatan itu dulunya sempat menjadi Sekretaris Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM) 2010-2012, sayap organisasi Muhammadiyah.
Dia juga dikenal sebagai seorang pengusaha, sekaligus putra dari ulama kharismatik asal Gowa, KH. Ahmad Tawalla, yang juga aktif di Muhammadiyah.
Dzulfikar juga pernah memimpin Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sulsel pada periode 2008-2010.
Dahnil Anzar Simanjuntak
Dahnil menyebut dia akan mendapat amanah di kabinet Prabowo-Gibran.
“Pertama, gini, saya ini kan memang prajuritnya Pak Prabowo. Jadi, pada hari ini saya dipanggil Pak Prabowo untuk meneruskan tugas-tugas saya. Tapi tentu ada beberapa tugas tambahan,” ujar Dahnil, Selasa (15/10/2024).
“Terkait tugas-tugas nanti, Pak Prabowo akan menyampaikan secara langsung karena etikanya, baiknya, baiknya, memang ranahnya hak prerogatif beliau,” ujarnya.
Namun Dahnil mengatakan tugasnya hanya melanjutkan tugas yang sebelumnya dia emban. “Yang jelas ngomong masih, kemudian tugas keumatan juga. Kira-kira gitu, ya, terima kasih. Nanti Pak Prabowo yang akan sampaikan,” ujarnya.
Dahnil adalah seorang akademisi sekaligus aktivis Pemuda Muhammadiyah yang dipercaya sebagai Koordinator Jubir Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subiato-Sandiaga Uno untuk Pilplres 2019. Pria yang akrab disapa Anin ini lahir di Salahaji, Pematang Jaya, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada 10 April 1982.
Sempat mengenyam pendidikan di tanah kelahirannya, ia pindah ke Tangerang setelah lulus SMP. Dahnil tentu sangat ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang sarjana. Tapi, sayangnya, waktu itu ia terhalang oleh keterbatasan dana.
Meski demikian, ia tidak menyerah. Dahnil bersama teman-temannya membuka kursus Bahasa Inggris bernama Garis English Center Club (GECC). Selain mengelola Lembaga kursusnya, Dahnil juga menjadi tukang parkir demi mencukupi segala kebutuhannya. Hingga akhirnya pada tahun 2000, seluruh keluarganya kembali pulang ke Medan. Namun, Dahnil tetap tinggal di Tangerang.Sang ayah akhirnya membantu biaya agar dirinya bisa kuliah.
Dahnil pun melanjutkan ke S1 Akuntansi Publik di STIE Ahmad Dahlan Jakarta. Pendidikan S1 menjadi babak baru kehidupannya.
Setelah itu, ia mengambil magister dengan fokus studi Kebijakan Publik di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Tak berhenti sampai di situ, ia menuntaskan pendidikan Doktor Ilmu Ekonomi di Universitas Diponegoro, Semarang.
Selama menyelesaikan studi S2 dan S3, Dahnil juga berprofesi sebagai Dosen di Universitas Muhammadiyah Tangerang dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten.
Di luar dunia akademik, Dahnil terjun ke dunia bisnis. Ia dipercaya sebagai Komisaris Utama Palm Mandiri Sentosa, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan. Selain itu, ia juga memiliki bisnis di bidang kuliner dan properti.
Pria yang aktif di organisasi Muhammadiyah ini pernah didapuk sebagai Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah periode 2009-2014. Lalu, dalam Muktamar Pemuda Muhammadiyah ke-16 di Padang, Sumatera Barat, ia dipilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah.
Namanya mulai mencuat saat gelombang aksi umat Islam 212 menuntut Presiden Jokowi memproses hukum Gubernur DKI Ahok atas dugaan penistaan Alquran dan ulama pada 2016. Ia pun sering muncul di TV sebagai narasumber untuk membahas gerakan umat Islam tersebut.
Kadang tema politik, ekonomi, dan korupsi tak lepas dari ulasannya.Sejak itu, namanya makin populer sebagai sosok pemuda yang kritis kepada penguasa. Berbagai soal ia bahas dan kritisi.
Pada tahun 2018, Dahnil memperoleh kepercayaan jadi Koordinator Jubir Tim Kampanye Nasioanal Prabowo-Sandi untuk bertarung dengan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019.
Fajar Riza Ul Haq
Ketua Lembaga Kajian dan Kemitraan Strategis PP Muhammadiyah itu mengatakan diberi tugas sebagai wakil menteri yang membidangi sumber daya manusia.
“Saya diberi tugas oleh Pak Prabowo sebagai wakil menteri untuk membantu salah satu menteri yang membidangi sumber daya manusia. Mohon doa dan dukungan dari teman-teman media dan masyarakat,” ujar Fajar kepada wartawan, Selasa (15/10/2024).
Fajar mengatakan Prabowo memberi arahan agar pendidikan sebagai kunci kebangkitan bangsa. Stafsus Mensesneg ini juga mengatakan Prabowo berpesan, pembangunan fisik harus sejalan dengan pembangunan manusia yang andal dan produktif.
“Arahan Presiden Terpilih Bapak Prabowo, beliau menekankan pendidikan sebagai kunci kebangkitan bangsa. Beliau juga mengingatkan agar generasi muda tidak kehilangan akar budaya bangsa. Ini jati diri kita. Bapak Prabowo meminta para pembantunya di kabinet nanti bekerja total,” ujarnya.
Pria kelahiran Sukabumi 1 Februari 1979 ini merupakan penulis buku dan intelektual Indonesia.
Ia dikenal sebagai Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Muhadjir Effendy.
Ia juga merupakan mantan Direktur Eksekutif Maarif Institute for Culture and Humanity.
Ia meraih gelar sarjana dari UMS pada tahun 2002, lalu melanjutkan pendidikan di Center for Religious and Cross Cultural Studies, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Di kampus tersebut, ia lulus pada tahun 2006. Ia kemudian mengikuti Chevening Fellowship di Universitas Birmingham, UK (2009).
Ia juga berkesempatan untuk mengikuti The 17 New Generation Seminar, the East West Centre, Hawai (2007), Facilitation of Dialogue Process and Mediation Efforts, Folke Bernadotte Academy, swedia (2007), dan Program Australia-Indonesia Young Muslim Leaders Exchange (2005).
Ketika kuliah di UMS, Fajar aktif di Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial (PSBPS) UMS. Di lembaga tersebut, ia dipercaya sebagai Liaison Program Officer. Saat itu, ia juga aktif di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Ia menjadi Ketua PC IMM Sukoharjo dan DPD IMM Jawa Tengah. Ia pernah dipercaya sebagai Direktur Eksekutif Maarif Institute Jakarta.*





