Lini tengah praktis dikuasai lima pemain Mali U-17 yang dipimpin Diarra. Argentina yang digadang-gadang menjadi juara tiga ternyata antiklimaks. Skema 4-3-3 gagal menciptakan banyak peluang. Justru Mali berhasil menambah gol melalui Mamadou Doumbia (45) dan Hamidou Makalou tiga menit selepas istirahat.
Total pemain Mali berhasil melesakkan 34 tendangan percobaan ke arah gawang, 15 tepat sasaran, 11 melenceng dari sasaran, 14 tendangan di dalam areal kotak penalti, dan 20 tendangan dari luar kotak penalti. Coba bandingkan dengan Argentina.
Agustin Ruberto dan kawan-kawan melakukan 9 kali percobaan ke arah gawang. Sebanyak 4 kali tepat sasaran, 3 kali melenceng, 5 kali dari dalam kotak penalti, dan 4 kali dari luar kotak penalti.
Hasil ini mengantarkan Mali U-17 menjadi juara tiga Piala Dunia U-17 FIFA Indonesia 2023. “Kami senang. Kami ingin membawa pulang piala, tetapi medali perunggu ini sangat bagus. Selama pertandingan, kami tetap bersama, dan saya mendedikasikan kemenangan ini untuk rakyat Mali,” kata pencetak gol Mali, Ibraham Diarra dikutip dari FIFA. mg05





