Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Akui Menginap di Hotel saat Warganya Tenggelam karena Banjir

Tri Adhianto
Wali Kota Tri Adhianto memantau proses penanganan banjir di Kota Bekasi. Foto:X @mas_triadhianto
Dr. H. Tri Adhianto Tjahyono, yang akrab disapa Mas Tri, mungkin sudah tidak asing lagi di Kota Bekasi, Jawa Barat. Sebagai Wali Kota Bekasi, ia dikenal sebagai pemimpin yang memiliki citra dekat dengan warga. Namun kepemimpinan Mas Tri sedang diuji dalam situasi banjir menerpa Kota Bekasi, Selasa, 4 Maret 2025. Saat warga berjibaku dari kubangan air dan lumpur, Mas Tri mengakui bersama istrinya tidur menginap di kasur empuk Hotel Horison.

Tri Adhianto lahir dengan nama yang memiliki makna mendalam. Ayahnya yang seorang guru memberikan nama tersebut dengan harapan agar Tri menjadi cahaya bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa. Harapan tersebut tumbuh dan mengalir dalam setiap langkah karirnya yang cemerlang.

Pendidikan Mas Tri dimulai di Universitas Lampung, di mana ia meraih gelar sarjana pada tahun 1999, lalu melanjutkan pendidikan S2 pada tahun 2000 di kampus yang sama. Ia kemudian menambah pendidikannya dengan meraih gelar Doktor dari Universitas Pasundan, Bandung pada tahun 2012. Pendidikan yang ditempuhnya tak hanya memperkaya ilmu pengetahuan, tetapi juga membuka jalan bagi karirnya di dunia pemerintahan.

Karir Mas Tri dimulai pada tahun 2004 sebagai pejabat publik di Kota Bekasi. Seiring berjalannya waktu, ia menjabat berbagai posisi strategis di pemerintahan kota, termasuk Kasie Pengendalian dan Keselamatan Lalu Lintas di Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Kabid Teknik Lalin, hingga Sekretaris Dinas Bina Marga dan Tata Air. Pada tahun 2013, ia diangkat menjadi Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air, dan pada 2018, ia menjadi Wakil Wali Kota Bekasi. Pada Januari 2022, ia dilantik sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi, menggantikan posisi Walikota yang sedang cuti.

Bacaan Lainnya

Namun, kepemimpinan Mas Tri tak lepas dari tantangan. Belum sebulan menjabat sebagai Wali Kota Bekasi, kota ini diterjang banjir besar yang melumpuhkan berbagai fasilitas publik. Banjir tersebut merendam kantor pemerintahan, sekolah, rumah sakit, hingga pasar. Beberapa tenda pengungsian didirikan di berbagai titik, termasuk di kawasan perumahan elit Kemang Pratama yang juga terendam banjir. Bahkan, kediaman Mas Tri tak luput dari banjir.

Namun, di tengah musibah tersebut, Mas Tri dan keluarganya memilih untuk mengungsi di Hotel Horison, bukan di tenda pengungsian seperti yang dilakukan oleh sebagian besar warga. Keputusan ini memicu reaksi dari masyarakat. Salah seorang warga, Frits Saikat, melalui akun Instagram @pemberantas.kehaluan.reall mengungkapkan rasa mirisnya melihat Wali Kota mengungsi di hotel, sementara warga harus bertahan di tenda dengan keterbatasan.

Meski jadi bulan-bulanan di media sosial TikTok dan Instagram, Tri Adhianto tampak mengendalikan penanganan banjir melalui akun medsos X@mas_triadhianto. “Selamat pagi, berikut update terkini (5/3) 08:00 WIB terkait situasi banjir di Kota Bekasi. Jajaran pemkot Bekasi akan terus berupaya maksimal untuk memenuhi kebutuhan dan respon yang cepat kepada warga terdampak,” tulisnya. Dia juga mencantumkan grafis kondisi penanganan banjir di Kota Bekasi.

Penjelasan Tri Adhianto: Hanya untuk Tidur

Sementara menanggapi isu menginap di hotel, Tri Adhianto mengakui bahwa ia dan istrinya memang menginap di hotel. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan untuk kenyamanan pribadi. “Iya, benar menginap di hotel karena lokasi strategis,” ujarnya saat ditemui wartawan Kompas di Perumahan Pondok Gede Permai, Rabu, 5 Maret 2025.

Tri menjelaskan bahwa hotel tersebut dipilih karena letaknya yang dekat dengan area terdampak banjir, memungkinkannya untuk lebih mudah memantau situasi dan meninjau kondisi warga. Ia menegaskan bahwa waktu yang dihabiskan di hotel sangat terbatas, hanya digunakan untuk beristirahat sementara sebelum kembali bertugas. “Istri saya saja jam 04.00 WIB sudah bantu-bantu masak buat makanan korban banjir. Jadi, saya enggak stay selamanya di hotel,” jelasnya.

Tri menambahkan bahwa sejak pagi, ia dan istrinya sudah meninggalkan hotel untuk turun langsung membantu warga yang terdampak banjir. “Jam 06.00 WIB, saya dan istri sudah meninggalkan hotel,” katanya. Menurutnya, keputusan menginap di hotel hanya bersifat sementara dan diambil semata-mata untuk mempermudah tugasnya dalam menangani banjir yang melanda Kota Bekasi. “Hotel cuma sementara, buat tidur doang,” pungkasnya. ***

Pos terkait