Trans7 Putus Kontrak dengan Rumah Produksi Xpose Uncensored, CT Akan Sowan ke Lirboyo

Direktur Trans7, Atiek Nur Wahyuni dalam rapat bersama Komisi IV DPR RI, di Jakarta, Kamis (16/10). - Tangkapan Layar Youtube TV Parlemen
Trans7 hentikan tayangan dan kerja sama dengan PH Sandika usai menuai kecaman dari kalangan pesantren.

Direktur Trans7, Atiek Nur Wahyuni, memastikan pihaknya telah memutus kerja sama dengan Rumah Produksi Sandika, produsen program Xpose Uncensored yang menuai kecaman luas karena dianggap melecehkan dunia pesantren, khususnya Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur.

“Trans7 juga telah menjatuhkan sanksi pemutusan kerja sama pada rumah produksi terkait pada 14 Oktober 2025,” ujar Atiek dalam rapat bersama Komisi IV DPR RI, di Jakarta, Kamis (16/10).

Atiek menegaskan, Xpose Uncensored bukan produksi internal Trans7, melainkan program yang digarap oleh pihak eksternal. Ia memastikan program tersebut tidak akan tayang lagi di masa depan, setelah mendapat arahan langsung dari Chairul Tanjung (CT) selaku pemilik Trans Corp. “Trans7 telah menghentikan program Xpose Uncensored dari seluruh saluran penyiaran, media sosial, dan platform digital resmi Trans7 lainnya,” katanya.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, Atiek mengungkapkan bahwa Chairul Tanjung akan bersilaturahmi langsung ke keluarga besar Pesantren Lirboyo pada pekan depan sebagai bentuk tanggung jawab dan itikad baik. “Agenda silaturahmi oleh Bapak Chairul Tanjung kepada keluarga besar pesantren Lirboyo Kediri telah dijadwalkan minggu depan,” ujarnya.

Sebelumnya, tayangan Xpose Uncensored pada 13 Oktober 2025 memicu kemarahan publik setelah menampilkan narasi “Santrinya Minum Susu Aja Kudu Jongkok, Emang Gini Kehidupan Pondok?” yang dianggap melecehkan KH Anwar Manshur dan kehidupan santri. Tayangan tersebut memunculkan gelombang protes dari masyarakat dan tagar #BoikotTrans7 yang sempat menjadi trending di media sosial.***

Pos terkait