Diburu Polisi, Hidup atau Mati
Lokasi dua desa yang mengalami kisah aneh dengan makhluk asing tersebut saling berjauhan, beda pulau yang terbentang jauh. Penduduk kedua desa pun tidak mengenal satu sama lain. Tapi, yang mereka laporkan nyaris sama.
Ketika kabar ini makin heboh dan tersebar luas, polisi di bawah Alwi Anandad pun mulai serius menangani laporan warga tersebut. Kasus yang dilaporkan itu dianggap sebagai “gangguan terhadap masyarakat desa”.
Beberapa polisi, yang diperintahkan oleh kepala polisi Alwi Alnadad, diturunkan ke lapangan dan siap menangkap mereka, hidup atau mati. Mereka dibekali senjata otomatis jenis Bren hingga Thompson.
Polisi disebar ke titik-titik wilayah yang dilaporkan telah muncul penampakan alien. Di tengah malam sekitar pukul 00.00 WIB, di bulan Juli 1959, tetiba beberapa suara ledakan api memecah kesunyian. Orang-orang asing yang ditunggu polisi pun muncul. Hanya berjarak 13 meter dari aparat yang sudah bersiap-siap dengan senjatanya.
Polisi tak banyak bicara, langsung serentak menembak mereka dengan senjata otomatis. Anehnya, orang-orang asing itu tidak kenapa-kenapa. Bahkan, sebagaimana catatan Alwi Anandad, tak ada setetes pun darah di tempat orang-orang asing itu berdiri dan ditembak berkali-kali itu.
Jarak penembakan pun sangat dekat, diberondong dari setiap sudut, sehingga secara nalar pasti ada yang terluka, bahkan mati. Namun, menurut Alwi Anandad, hal itu tidak terjadi.
Polisi hanya menemukan pohon-pohon yang berlubang, beberapa pohon kecil roboh, dan jejak kaki yang hanya berjarak lima meter dari tempat berdirinya orang misterius itu menuju ke kejauhan. Setelah itu, jejak tersebut hilang.
Polisi pun disebar untuk mencari mereka. Namun, hasilnya nihil. Polisi dan penduduk lokal tidak tahu kenapa orang-orang asing itu bisa menghilang.
Setelah kejadian tersebut, banyak penduduk Pulau Alor yang mengaku melihat benda terbang berbentuk lonjong seperti telur. Warna benda terbang itu, sebagaimana dideskripsikan oleh penduduk, tampak putih dan bercahaya, terbang di atas pantai.
Tak lama kemudian, benda aneh itu mulai terbang rendah dan menghampiri sosok-sosok aneh yang tak mempan ditembak itu.
Penduduk sempat yang mengaku menyaksikan momen tersebut dilaporkan melambaikan tangan mereka ke UFO. Dan membalasnya dengan lambaian tangan pula.
Menurut kesaksian penduduk, dalam pesawat tersebut ada 4 sampai 6 makhluk asing. Selanjutnya objek terbang tersebut melayang ke tengah laut, lalu melesat dengan kecepatan tinggi dari arah barat ke timur.






