Petasan 5 Kilogram Meledak di Ponorogo, Siswa SMP Tewas dan Rumah Rata Tanah

Petasan Meledak di Ponorogo
Olah TKP lokasi ledakan petasan di Ponorogo. - Dok. Polda Jatim
Ledakan petasan dahsyat mengguncang Desa Plosojenar, Ponorogo. Seorang siswa SMP tewas di lokasi, dua lainnya kritis. Polisi menemukan sekitar 5 kilogram mesiu menjadi pemicu kehancuran rumah hingga rata tanah.

Ledakan petasan terjadi di Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Peristiwa itu menelan satu korban jiwa, sedangkan dua lainnya kritis. Korban terkena petasan yang meledak tiba-tiba saat diracik.

Korban tewas adalah Rifai Kurnia, siswa kelas 8 SMP. Jasad korban telah dimakamkan di permakaman umum desa setempat pada Selasa (2/3/2026) dini hari. Ledakan petasan juga mengakibatkan rumah orang tua korban rusak parah.

Hingga saat ini, dua korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Hardjono Ponorogo.

Bacaan Lainnya

“Satu korban bernama Hindar Agusta mengalami luka ringan. Namun, korban atas nama Ahmad Fatoani saat ini kondisinya kritis dengan luka bakar serius di sekujur tubuh akibat hantaman ledakan,” ujar Humas RSUD Hardjono, Sugianto, seperti dikutip Selasa (3/3/2026).

Meracik Mesiu untuk Petasan dan Balon Udara

Peristiwa itu bermula saat para korban tengah meracik bubuk mesiu yang rencananya akan digunakan untuk membuat petasan dan balon udara—tradisi yang kerap muncul menjelang perayaan tertentu. Namun nahas, saat proses peracikan berlangsung, bahan kimia tersebut tiba-tiba meledak hebat.

Kekuatan ledakan tidak hanya menghancurkan bangunan rumah hingga rata dengan tanah, tetapi juga langsung merenggut nyawa Rifai Kurnia di lokasi kejadian.

Polisi Dalami Asal Bahan Peledak

Polisi hingga kini masih mendalami asal-usul bahan peledak tersebut. Aparat juga mengimbau masyarakat untuk menghentikan aktivitas meracik petasan yang sangat berisiko bagi nyawa.

Tim Gegana Satbrimob Polda Jatim telah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas menemukan fakta bahwa kekuatan ledakan berasal dari jumlah bahan peledak yang cukup besar.

Danden Gegana Satbrimob Polda Jatim, Kompol Dyan Vicky Sandhi, mengungkapkan bahwa jenis bahan yang meledak tergolong low explosive.

Pos terkait