Mogok Jagal, Pasokan Daging Surabaya Tetap Dijaga

Aktivitas jagal hewan di Penggirian, Surabaya, yang sempat mogok. — Dok. RPH Penggirian
Aksi mogok para jagal di RPH Pegirian sempat mengusik denyut pasokan daging segar Surabaya, tetapi otoritas kota bersikukuh bahwa dapur warga masih aman dari kekosongan.

Gangguan itu terjadi ketika sejumlah jagal menghentikan aktivitas pemotongan sapi di PT RPH Perseroda Surabaya unit Pegirian. Dampaknya cepat terasa di pasar: pembeli kesulitan memperoleh daging segar, setidaknya untuk sementara. Manajemen RPH pun turun tangan, menjelaskan situasi dan menenangkan publik.

Direktur Utama PT RPH Perseroda Surabaya, Fajar Arifianto Isnugroho, membuka pernyataannya dengan permohonan maaf. Ia mengakui mogok kerja memicu ketidaknyamanan. “Akibat aksi mogok memotong sapi di Pegirian, masyarakat agak kesulitan mendapatkan pasokan daging segar,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).

Namun Fajar segera menegaskan garis besarnya: stok daging sapi Surabaya masih mencukupi. Tim monitoring internal memastikan pemotongan tetap berlangsung di unit lain. “Kami masih punya RPH Surabaya unit Kedurus yang memotong sapi hari ini. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, tidak perlu panik,” katanya.

Dua RPH, Satu Pasokan

Penopang utama selama mogok adalah RPH Kedurus, yang tetap beroperasi. Dari sana, suplai dialirkan ke outlet resmi dan pasar tradisional. Fajar menyebut warga dapat membeli daging melalui Surya Mart—outlet RPH—atau melalui 11 lapak di pasar tradisional yang disuplai mitra jagal Kedurus.

Bacaan Lainnya

Pernyataan itu penting, bukan sekadar soal logistik, tetapi juga psikologi pasar. Di kota besar, kabar langkanya daging kerap memicu pembelian panik. Manajemen RPH mencoba memutus mata rantai kepanikan itu dengan memastikan jalur distribusi tetap hidup.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *