“Mas Lionel Gibran memang sangat cocok dalam dunia sepak bola, karena striker itu harus haus cetak gul, bukan cuma haus spotlight,” ujarnya, disambut emoji tertawa dari penonton daring.
Video ini sontak menjadi bahan roasting para komika dan netizen, yang menyambutnya dengan komentar: “Permainan cantik, skenario lebih cantik.” Sebagian lainnya justru bertanya, “Peraturannya udah direvisi, ya? Kok nggak ada yang sliding?”
Sejauh ini belum ada klarifikasi dari tim Mas Gib soal pertandingan itu. Namun, satu yang pasti, dalam sepak bola ala politik, yang penting bukan menang atau kalah — yang penting siapa yang punya peluit.
Video unggahan itu mendapat respons lumayan pedas dari netizen. Akun @LanangJagad31 menulis, “Kreativitas konten kreator terbantukan oleh kebodohan-kebodohan keluarga Mulyono.”
Sementara akun @Djuse4 berkomentar, “Masa iya penjaga gawang justru tepuk tangan bahagia manakala gawang kebobolan. Lumayan mereka bisa kreatif… dia dah terlatih dibully. Untung bukan zaman Orba, aman anda bang.”
Sedangkan akun @sastro1981 menyindir lebih tajam, “Jadi penasaran… apakah si Wapres hapal lagu Indonesia Raya?”****