Kopdes Merah Putih resmi beroperasi serentak sejak 1 Oktober. Namun, hingga akhir September, baru sekitar 4 persen gerai yang benar-benar melayani warga.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) resmi memasuki tahap operasional serentak mulai Kamis, 1 Oktober 2026. Sebanyak 26.661 gerai sudah rampung dibangun, tetapi baru 1.081 unit yang melayani warga sebelum tanggal itu.
Data itu disampaikan Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) Joao Angelo de Sousa Mota di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (29/9/2026). Ke-1.081 koperasi yang diresmikan Presiden pada Mei lalu diklaim sudah membukukan transaksi Rp31 miliar.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan sudah menyiapkan tahapan lanjutan. Evaluasi bersama para direktur utama dijadwalkan pada 7 Oktober, disusul pembagian tugas pramuniaga pada 15 Oktober.
Gedung siap, operasi tertinggal
Jika dihitung, gerai yang sudah beroperasi baru sekitar 4 persen dari total bangunan yang rampung. Secara kelembagaan, jumlah Kopdes yang tercatat di Simkopdes bahkan mencapai sekitar 83.380 unit di 38 provinsi.
Rata-rata transaksi tiap gerai yang sudah berjalan sekitar Rp28,7 juta secara kumulatif. Angka itu menjadi patokan awal untuk menilai apakah koperasi sanggup bersaing dengan warung dan pasar yang sudah ada.
Pada pertengahan September, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut baru 7.028 dari 17.288 Kopdes yang masuk tahap verifikasi dan validasi. Serah terima ke desa menjadi dasar pencairan angsuran dari Kementerian Keuangan kepada bank-bank Himbara.
Target pemerintah tetap ambisius, yakni 30.000 Kopdes beroperasi pada akhir 2026. Dalam pidato kenegaraan 14 Agustus, Presiden menyebut 3.300 unit sudah beroperasi optimal. Belum ada penjelasan resmi soal selisih angka itu dengan data Agrinas.
Kritik soal dana desa
Kritik terhadap skema program masih mengemuka. Direktur Ekonomi Digital Celios Nailul Huda menyebut lebih dari 58 persen dana desa telah terserap untuk mendukung Kopdes Merah Putih.
Nailul juga mengkhawatirkan keberlanjutan bisnis koperasi, karena permintaan di desa relatif terbatas. Evaluasi 7 Oktober akan menjadi ujian pertama apakah gerai-gerai baru itu benar-benar didatangi pembeli.***





