“Setelah ikut latihan, saya senang. Ini bela diri baru bagi saya,” ujarnya. Pada 2016, ia resmi bergabung dengan skuad tim Peparnas, di mana ia langsung meraih medali pada debutnya.
Kini, Junaedi mempersiapkan diri untuk Paralimpiade 2024 dengan persiapan matang yang telah dimulai sejak dua tahun lalu.
“Persiapan melalui kualifikasi dan pertandingan single event. Pelatnas sudah berjalan sejak 2022 pas ASEAN Para Games Solo. Di berbagai event, seperti di Kazakstan, Tokyo, SEA Games 2023 Kamboja, dan APG Hangzhou, saya dapat poin. Akhirnya akumulasi poin saya masuk ranking,” jelasnya, dengan bangga menyebut peringkat 11 dunia yang kini ia duduki.
Keberhasilan ini, menurutnya, tak lepas dari dukungan berbagai pihak. “Saya yakin, jika kami diberikan kesempatan, pasti kami maksimalkan. Semoga ke depan, Mas Menpora, Bapak Presiden terus mendampingi dan memfasilitasi kami agar bisa terus ikut single event. Sehingga teman-teman yang belum dapat kesempatan, bisa mendapatkan kesempatan yang sama untuk membela tanah air di event internasional hingga Paralimpiade,” tuturnya, penuh harap.
Di tengah kesederhanaan dan kerasnya hidup yang pernah ia jalani, Junaedi kini melangkah mantap tampil di Paralimpiade Paris. Ia bukan lagi hanya seorang anak petani dan penggembala kambing, tetapi seorang pejuang yang siap mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia.