Kelurahan Bulak Banteng, Surabaya, masuk dalam 12 Desa/Kelurahan Terbaik Nasional pada program Desa Cinta Statistik 2026. Petugas memverifikasi langsung kondisi warga untuk membantu menentukan sasaran bantuan dan program sosial.
Kelurahan Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, masuk dalam 12 Desa/Kelurahan Terbaik Nasional pada program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026. Salah satu upaya yang mendukung capaian tersebut adalah ground check untuk mencocokkan data administrasi dengan kondisi warga di lapangan.
Penghargaan diserahkan dalam rangkaian Anugerah Hari Statistik Nasional 2026 oleh Menteri Dalam Negeri dan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara.
Lurah Bulak Banteng Mat Lilla mengatakan petugas melakukan verifikasi dari rumah ke rumah, terutama terhadap warga yang tercatat dalam kelompok desil 1 dan 2. Hasil pemeriksaan digunakan untuk memperbarui data dan menentukan bentuk intervensi yang sesuai.
“Kalau datanya berkualitas, intervensi kepada masyarakat juga akan lebih tepat sasaran,” kata Mat Lilla, Jumat, 16 Oktober 2026.
Data dipakai untuk menentukan bantuan
Salah satu pemanfaatan hasil verifikasi adalah penanganan rumah tidak layak huni. Sebanyak 26 kepala keluarga menjadi sasaran dan seluruhnya telah menerima intervensi melalui kerja sama pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat.
Pemeriksaan lapangan juga digunakan untuk mengidentifikasi anak yang berisiko putus sekolah, warga yang menganggur, serta lansia yang tinggal sendiri. Warga yang membutuhkan pekerjaan, misalnya, dapat diarahkan ke program ASSik Surabaya atau peluang kerja dari pengembang dan pelaku usaha di sekitar Bulak Banteng.
Mat Lilla mengatakan data sosial ekonomi perlu diperbarui karena keadaan keluarga dapat berubah akibat kehilangan pekerjaan, kematian pencari nafkah, masalah kesehatan, atau perubahan sumber pendapatan.
“Pembaruan dan verifikasi harus terus dilakukan agar kebijakan dan intervensi pemerintah tetap sesuai dengan kondisi warga,” ujarnya.
BPS nilai tata kelola dan manfaat data
Kepala BPS Kota Surabaya Arrief Chandra Setiawan mengatakan penilaian Desa Cantik mencakup tiga aspek: tata kelola, kapasitas statistik, dan manajemen data. Penilaian manajemen data meliputi ketersediaan, kualitas, akses, pemutakhiran, dan pemanfaatannya.
Pendampingan BPS di Bulak Banteng dimulai pada Juni 2026. Program ini melibatkan perangkat daerah, perguruan tinggi, mahasiswa, lembaga sosial, sektor swasta, dan organisasi masyarakat.
Arrief mengatakan pengelolaan data yang baik membantu pemerintah menyusun program dan menentukan sasaran pembangunan. Menurut dia, praktik di Bulak Banteng dapat menjadi contoh bagi kelurahan lain, dengan penyesuaian terhadap kebutuhan masing-masing wilayah.
Ke depan, kelurahan juga berencana memperkuat penyajian informasi melalui situs web, profil kelurahan, infografis, dan monografi agar warga lebih mudah mengakses data serta potensi wilayah.***





