Enam Ilmuwan ITS Masuk ‘World’s Top 2 Percent Scientist 2026’

Ilmuwan ITS
Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS Fadlilatul Taufany ST PhD memberikan apresiasi atas capaian para profesor ITS yang masuk daftar World's Top 2% Scientist 2026. (Humas ITS)

Lima profesor dan seorang adjunct professor Institut Teknologi Sepuluh Nopember tercatat dalam daftar ilmuwan yang disusun tim Stanford University dan Elsevier. Sejumlah nama masuk berdasarkan sitasi publikasi mereka pada 2025.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mencatatkan enam akademisinya dalam World’s Top 2% Scientists 2026. Mereka terdiri atas lima profesor ITS dan seorang adjunct professor yang juga berafiliasi dengan University of Kitakyushu, Jepang.

Lima profesor tersebut adalah Riyanarto Sarno dan Tohari Ahmad dari Departemen Teknik Informatika; Adi Setyo Purnomo dan Suprapto dari Departemen Kimia; serta Mahfud dari Departemen Teknik Kimia.

Dalam daftar 2026, Riyanarto tercatat pada kategori karier panjang dan kategori berdasarkan sitasi sepanjang 2025. Menurut data ITS, ia memperoleh 841 sitasi pada bidang kecerdasan buatan dan pengolahan citra. Tohari, dari bidang yang sama, mencatatkan 660 sitasi.

Bacaan Lainnya

Dari Departemen Kimia, Adi Setyo Purnomo meraih 473 sitasi dan Suprapto 338 sitasi. Keduanya tercatat dalam bidang fisika umum. Mahfud, dari Departemen Teknik Kimia, juga masuk dalam bidang tersebut dengan 475 sitasi.

Nama adjunct professor ITS, Weijun Gao, tercatat bersama University of Kitakyushu. Basis data yang digunakan mencantumkan afiliasi institusi terakhir yang terdaftar.

Publikasi dan manfaat riset

Riyanarto mengatakan jumlah sitasi peneliti dapat berubah dari tahun ke tahun. Ia menilai konsistensi menerbitkan karya di jurnal tepercaya menjadi salah satu upaya menjaga kontribusi akademik.

Ia mengingatkan peneliti agar menghindari jurnal predator yang tidak menerapkan proses penelaahan sejawat secara ketat. Menurutnya, publikasi juga perlu diarahkan pada riset yang dapat mendukung inovasi dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat ITS Fadlilatul Taufany mengapresiasi capaian para akademisi tersebut. Ia mengatakan prestasi itu merupakan hasil proses penelitian yang panjang dan konsisten.

Fadlilatul berharap capaian tersebut mendorong perluasan kolaborasi internasional dan memperkuat ekosistem riset di ITS.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan