Alumni Tebuireng Kutuk ‘Framing’ Politik Uang, KPK Tepis Laporan PCNU Sekadau

Ketua Umum Presnas IKAPETE, Prof. Dr. KH. Masykuri Bakri, M.Si. (Istimewa) 

Presnas IKAPETE mengutuk keras framing politik uang dalam Halaqoh Kebangsaan. Isu dugaan suap ini mereda usai KPK memastikan tak ada uang dari PCNU Sekadau.

Ketua Umum Presidium Nasional Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (Presnas IKAPETE), Masykuri Bakri, mengutuk keras framing politik uang menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Ia menyayangkan Halaqoh Kebangsaan di Gedung MPR RI pada 8 Agustus 2026 justru dipolitisasi.

“Presnas IKAPETE mengutuk keras framing yang dibangun kelompok tertentu yang mencoba menyeret nama alumni Tebuireng ke dalam pusaran dukung-mendorong kontestasi di NU,” kata Masykuri melalui keterangan resmi, Senin, 12 Oktober 2026.

Menurut dia, kegiatan di Senayan itu merupakan kehormatan dari MPR RI untuk menyosialisasikan Qanun Asasi NU. Ia meminta publik memisahkan ranah ilmiah IKAPETE dengan dinamika internal organisasi NU.

Bacaan Lainnya

Dugaan Politik Uang Versi PCNU Sekadau

Sebelumnya, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sekadau melaporkan dugaan pengondisian dukungan Rais Aam Muktamar NU ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ketua PCNU Sekadau, Bagus Fitrianto, mengklaim menyerahkan bukti dan mengembalikan dana suap.

Berdasarkan laporan tertulis mereka, dugaan ini bermula saat Koordinator Wilayah Kalimantan Barat, Kholil, memobilisasi rombongan PCNU pada 8 Agustus lalu. Rombongan diarahkan mengikuti Halaqoh IKAPETE sebelum diinapkan di Hotel Royal Kuningan, Jakarta.

Di kamar hotel tersebut, 11 perwakilan cabang dan pengurus wilayah diduga menerima uang muka Rp40 juta. Pelunasan kemudian dijanjikan di Hotel Fatma, Jombang, Jawa Timur, saat pelaksanaan Muktamar berlangsung.

Klarifikasi KPK dan Respons Jatim

Ihwal laporan tersebut, lembaga antirasuah secara resmi telah mengklarifikasi bahwa tidak ada penyerahan uang tunai sepeser pun dari PCNU Sekadau. Fakta ini langsung disambut baik oleh jajaran pengurus IKAPETE Jawa Timur.

Ketua PW IKAPETE Jatim, Roisuddin Bakri, menilai klarifikasi KPK mematahkan kabar bohong yang menyudutkan alumni. Ia menyebut sejak awal ada pihak yang sengaja memanipulasi informasi publik.

“Klarifikasi dari KPK menjadi penegas bahwa tuduhan itu rapuh dan tidak berdasar. Publik bisa menilai sendiri mana fakta dan mana yang sekadar manipulasi,” ujar Roisuddin.

Imbauan Jaga Marwah Pesantren

Menyikapi dinamika ini, Presnas IKAPETE meminta jutaan alumni Pesantren Tebuireng di seluruh Indonesia tidak mudah terprovokasi. Mereka diimbau tetap mengedepankan semangat perjuangan Hadratussyaikh K.H. M. Hasyim Asy’ari.

“Kami berharap seluruh alumni tetap tenang, menahan diri, dan bersama-sama menjaga keteduhan serta marwah pesantren di tengah masyarakat,” tutur Masykuri.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan