Heboh Joki Strava: Tren Baru atau Penyakit Kejiwaan?

Flexing ternyata tidak hanya soal pamer-pamer barang mewah. Di dunia olahraga, bahkan ada yang membayar joki untuk menggantikan berolahraga agar terlihat keren di aplikasi Strava. Foto:Canva

Meski demikian, Hudaniah yakin fenomena Joki Strava tidak akan bertahan lama, seperti halnya tren-tren yang pernah booming sebelumnya. Namun, penting bagi masyarakat untuk tidak tergoda oleh fenomena ini.

“Tujuan utama olahraga adalah untuk kesehatan, lakukanlah sebisa kita secara bertahap. Kita nggak harus membandingkan dengan orang yang starting point-nya di atas kita,” pungkasnya.

Dengan demikian, Joki Strava bukan hanya fenomena yang menarik untuk diamati, tetapi juga cerminan dari dinamika psikologis dan sosial di era digital. Bagi para pengguna Strava, penting untuk mengingat bahwa tujuan utama olahraga adalah kesehatan, bukan sekadar pengakuan di media sosial.

Tetaplah berolahraga dengan jujur dan nikmati prosesnya, karena kesehatan dan kesejahteraan mental jauh lebih berharga daripada sekadar pujian palsu.*