Anggaran 2027 Menembus Rp240 Triliun, Hoaks MBG Dihapus Terbantah

Ilustrasi dapur SPPG program MBG. (Insatgram Badan Gizi Nasional)

Narasi MBG dihapus dan diganti uang tunai terus berputar di media sosial. Data di DPR justru menunjukkan anggaran dan jumlah penerimanya terus bertambah.

Narasi yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi dihapus dan diganti bantuan uang tunai dipastikan hoaks. Data Badan Gizi Nasional (BGN) per September 2026 justru memperlihatkan program ini terus membesar.

Narasi itu mulai beredar di media sosial pada pertengahan Juni 2026. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari membantahnya dan memastikan MBG tetap berjalan karena menjadi bagian visi-misi Presiden Prabowo Subianto, seperti dihimpun Tim Cek Fakta Kompas.com.

Hoaks itu menumpang pada dua peristiwa nyata. Pertama, BGN memang menghentikan MBG sementara selama libur sekolah, 22 Juni hingga 13 Juli 2026, demi menghemat anggaran hingga Rp3,4 triliun.

Bacaan Lainnya

Kedua, kasus dugaan korupsi yang menyeret sejumlah petinggi BGN, termasuk mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, tengah bergulir. Kedua peristiwa itu kemudian dipelintir seolah menjadi tanda program sudah dihentikan.

Penerima bertambah, anggaran membesar

Dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR, Kamis (17/9/2026), BGN melaporkan realisasi anggaran MBG per 16 September mencapai Rp139,77 triliun. Angka itu setara 63,89 persen dari pagu 2026 sebesar Rp218,77 triliun.

Penerima manfaat hingga 31 Agustus 2026 tercatat 56,99 juta jiwa, atau 76,45 persen dari target 74,56 juta. Porsi terbesar mengalir ke anak sekolah, dengan realisasi Rp125,45 triliun dari alokasi Rp197,01 triliun.

Untuk 2027, pagu MBG dipatok Rp240,2 triliun dengan sasaran 72,46 juta penerima. Dibandingkan pagu tahun ini, anggarannya bertambah sekitar Rp21,4 triliun atau 9,8 persen. Program yang dihapus tentu tidak akan mendapat tambahan dana sebesar itu.

Sasaran penerima 2027 memang sedikit lebih ramping. Hal itu sejalan dengan langkah BGN mencoret 1.653 sekolah, mayoritas swasta bertaraf internasional, lalu mengalihkan layanan ke wilayah 3T.

Hoaks MBG datang bergelombang

Narasi penghapusan bukan satu-satunya. Pada Juni 2026, beredar klaim MBG dihentikan mulai 5 Juni karena dana operasional terkendala. BGN memastikan kabar itu bohong.

Ada pula klaim MBG akan diberikan dua kali sehari mulai 1 Juni 2026. Penelusuran tidak menemukan pengumuman resmi dari pemerintah maupun BGN yang mendasari klaim tersebut.

Pola ini menunjukkan MBG menjadi sasaran empuk disinformasi, baik yang bernada menakut-nakuti maupun yang menjanjikan berlebihan. Masyarakat diimbau memeriksa kabar seputar MBG melalui kanal resmi BGN sebelum turut membagikannya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan