Hujan Mengguyur Awal November di Tengah El Niño Sangat Kuat, Belasan Provinsi Berstatus Waspada

Ilustrasi hujan membasahi tanah retak, menggambarkan datangnya hujan setelah periode kering serta kewaspadaan terhadap cuaca lebat harian.(AI)

Hujan ringan hingga sedang mendominasi Minggu ini. Belasan provinsi berstatus Waspada hujan lebat di tengah El Niño sangat kuat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status Waspada untuk hujan sedang hingga lebat di sejumlah provinsi di Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan Kalimantan.

Tidak ada provinsi berstatus Siaga atau Awas pada Minggu. Namun, menurut sejumlah laporan, Aceh dan Jawa Barat berstatus Siaga hujan lebat hingga sangat lebat pada Senin (2/11/2026).

Kota Besar Cenderung Ringan, Daerah Rawan Disorot

Prakirawan BMKG Afif menyampaikan, hujan ringan berpotensi terjadi di Banda Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Jambi, Palembang, dan Bandar Lampung.

Bacaan Lainnya

Di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, hujan sedang berpotensi terjadi di Serang dan Bandung. Jakarta, Semarang, Denpasar, dan Mataram diprakirakan hujan ringan.

Yogyakarta, Surabaya, dan Kupang didominasi awan tebal.

Di Kalimantan, hujan ringan berpotensi di Pontianak, Palangka Raya, dan Tanjung Selor, sedangkan Samarinda berkabut atau berasap. Hujan sedang diprakirakan di Mamuju, Sulawesi Barat.

Afif menjelaskan, “Untuk wilayah Maluku dan juga Papua terdapat potensi hujan ringan di wilayah Ambon, Ternate, Sorong, Jayapura, Nabire, Jayawijaya, serta Merauke.”

Untuk Jawa Barat, hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi pada pukul 13.00–19.00 WIB.

Peringatan itu mencakup Bogor, Sukabumi, Cianjur, Bandung Barat, Bandung, Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis.

BMKG juga memperingatkan angin kencang di Nusa Tenggara Timur dan Papua Pegunungan.

Hujan Datang di Tengah El Niño Sangat Kuat

Hujan ini berlangsung saat El Niño sangat kuat masih bertahan. Anomali suhu muka laut Pasifik tercatat +2,83 pada akhir Agustus, menurut BMKG.

BMKG memperkirakan El Niño bertahan hingga awal 2027 dan bersamaan dengan Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang menekan curah hujan.

Akibatnya, awal musim hujan 2026/2027 mengalami kemunduran di 529 zona musim atau 61,08 persen wilayah Indonesia.

Sebagian besar wilayah baru memasuki musim hujan pada November hingga Desember.

Pada November, 185 zona musim atau 24,66 persen wilayah diprediksi memasuki musim hujan. Puncaknya bertahap dari Desember 2026 hingga Februari 2027.

DIY sempat mencatat hari tanpa hujan hingga 171 hari, sebelum hujan mengguyur pada 24 Oktober.

Dasarian I November 2026 (sepuluh hari pertama) didominasi curah hujan kategori menengah (67,62 persen), disusul kategori rendah (30,57 persen) dan tinggi (1,81 persen).

BMKG mengingatkan, meski akumulasi dasarian rendah hingga menengah, potensi hujan lebat harian tetap perlu diantisipasi. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan