IHSG Berbalik Menguat, Pembenahan Bursa Diuji Kepercayaan Investor

IHSG berbalik menguat pada awal perdagangan, sementara pembenahan bursa masih diuji kepercayaan investor. (Ilustrasi: AI)

IHSG naik 2,72 persen pada awal perdagangan Selasa setelah dibuka melemah. Otoritas menyiapkan perubahan perhitungan indeks dan keterbukaan kepemilikan saham.

Indeks Harga Saham Gabungan berbalik menguat pada awal perdagangan Selasa, 20 Oktober 2026. Pada pukul 09.25 WIB, IHSG naik 135,75 poin atau 2,72 persen ke posisi 5.132,36.

Penguatan terjadi setelah indeks dibuka turun 16,45 poin ke level 4.980,16. Kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 juga menguat 4,88 persen ke posisi 512,32.

Pergerakan tersebut menjadi perubahan arah setelah tekanan jual pada perdagangan sebelumnya. Namun, angka itu masih merupakan posisi awal perdagangan, bukan hasil akhir sesi.

Bacaan Lainnya

Saham Berkapitalisasi Besar Menjadi Penentu

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menilai pemulihan saham berkapitalisasi besar dapat menopang pergerakan indeks.

“Jika saham-saham dengan kapitalisasi besar mulai rebound, maka IHSG berpotensi untuk menguat di atas level 5.000 pada perdagangan Selasa,” ujarnya dalam kajian, Selasa.

Peluang penguatan muncul ketika pelaku pasar mencermati langkah otoritas menanggapi evaluasi penyedia indeks global MSCI. Sejumlah emiten juga telah mengumumkan pembelian kembali saham.

BEI Menyiapkan Pembenahan Indeks

Bursa Efek Indonesia sebelumnya mengumumkan rencana mengeluarkan saham berkonsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration dari perhitungan IHSG.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan terdapat 80 saham dalam kategori tersebut, dengan bobot sekitar 18 persen terhadap indeks.

Pengeluaran dari perhitungan IHSG tidak berarti saham dihapus dari pencatatan bursa. Saham tetap dapat diperdagangkan, tetapi perubahan harganya tidak lagi memengaruhi indeks setelah kebijakan diterapkan.

BEI juga menyiapkan penambahan informasi afiliasi kepemilikan saham pada ambang 1 persen. Kedua rencana diumumkan setelah pertemuan dengan MSCI pada Senin, 19 Oktober.

Menurut Jeffrey, penyesuaian bertujuan membuat IHSG memberikan gambaran pergerakan pasar yang lebih wajar.

Penguatan Awal Belum Menjamin Pemulihan

Pada Senin, IHSG ditutup turun 3,64 persen ke posisi 4.996,61. Tekanan berlangsung di tengah kekhawatiran terhadap kemungkinan perubahan klasifikasi pasar Indonesia oleh MSCI.

Analis FAC Sekuritas memperkirakan pasar masih bergerak fluktuatif. Pemulihan saham besar, terutama perbankan, menjadi salah satu faktor yang menentukan keberlanjutan penguatan.

Karena itu, kenaikan pada awal perdagangan belum cukup untuk menyimpulkan kepercayaan investor telah pulih. Konsistensi pembenahan pasar dan perkembangan transaksi berikutnya masih menjadi perhatian.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan