Politikus Golkar Fajar Zulkarnaen menantang Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira berdebat terbuka. Metodologi rapor kinerja menteri yang menempatkan Bahlil di posisi terbawah dinilai keliru.
Sekretaris Bidang Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Fajar Rahmat Zulkarnaen menantang Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira berdebat terbuka. Tantangan ini merespons Rapor Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran terbitan Celios.
Dalam dokumen yang dirilis pada Minggu, 11 Oktober 2026 itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mendapat nilai terendah, yakni minus 159. “Ini bukan evaluasi kinerja, ini survei asal tanpa metodologi ilmiah,” kata Fajar, Rabu, 14 Oktober 2026.
Metodologi Survei Dipertanyakan
Soal metodologi, Fajar menyoroti penjaringan responden publik melalui iklan Meta. Metode pengambilan sampel tak acak serta pembobotan ala pemilihan pemain sepak bola Ballon d’Or dianggap tidak relevan untuk mengaudit kementerian.
Ia menilai Celios hanya mengukur persepsi sebagian pengguna media sosial yang tidak terkait dengan capaian kerja faktual. “Bhima ini hanya cari panggung untuk laporan kepada funding-nya dari lembaga asing,” ujar Fajar.
Dikonfirmasi secara terpisah oleh wartawan, Bhima Yudhistira menyanggupi tantangan tersebut. “Soal tantangan debat metodologi survei tentu bagus, akan saya dan tim layani setelah selesai menyampaikan riset kami,” tutur Bhima.
Capaian Kinerja Sektor Energi
Selain itu, Fajar mengajak publik melihat rekam jejak resmi sektor energi. Sepanjang 2025, produksi siap jual minyak bumi atau lifting mencapai rekor 605,3 ribu barel per hari.
Angka tersebut memenuhi 100,05 persen target negara, yang menjadi rekor pertama dalam sepuluh tahun terakhir. Penerimaan negara bukan pajak dari kementerian ini juga menembus Rp138,37 triliun.
Pada 8 Oktober 2026, Bahlil turut melepas ekspor perdana baterai kendaraan listrik dari Maluku Utara. Proyek hilirisasi senilai USD10,2 miliar itu sejalan dengan rapor memuaskan dari Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Prabowo.
Syarat Debat Terbuka
Sebelumnya, Fajar mengajukan lima ketentuan untuk mewujudkan perdebatan tersebut. Acara harus berlangsung di lokasi netral, disiarkan langsung, dan dipandu oleh moderator independen.
Celios juga diwajibkan membawa data mentah anonim, kuesioner, serta rincian bobot 994 dari 1.142 responden publik. Debat ditargetkan berlangsung sebelum 31 Oktober 2026 dengan batas konfirmasi pekan depan.
“Saya datang membawa data resmi, silakan Direktur Eksekutif Celios Bhima datang membawa data mentahnya. Biar rakyat yang menilai,” kata Fajar.***





