ITS Perkuat Dua Kapal Penyeberangan Klungkung Bali dengan Teknologi AISITS

ITS Kapal Klungkung
Penyerahan transmitter AIS dari Rektor ITS Prof Bambang Pramujati kepada Bupati Klungkung I Made Satria di Pelabuhan Kusamba Klungkung.- HUMAS ITS

ITS hibahkan perangkat transmitter AISITS tersebut sebagai langkah strategis memperkuat kolaborasi teknologi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung.

Dua kapal penyeberangan di Kabupaten Klungkung, Bali, menjadi percontohan pemanfaatan teknologi Automatic Identification System Institut Teknologi Sepuluh Nopember (AISITS). Untuk mendukung keselamatan pelayaran, ITS menghibahkan perangkat transmitter AISITS sekaligus membuka peluang kolaborasi teknologi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung.

AISITS dirancang untuk membantu memantau pergerakan kapal sekaligus mendukung pemantauan wilayah konservasi dan terumbu karang. ITS juga membuka peluang menjadikan penerapan AISITS sebagai proyek percontohan kolaborasi dengan Pemkab Klungkung.

Rektor ITS Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D. mengatakan kolaborasi perguruan tinggi dengan pemerintah daerah perlu diarahkan pada pemanfaatan teknologi dan pengembangan solusi yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

Bacaan Lainnya

Menurut Bambang, ITS terus mengarahkan ekosistem inovasi dan kepakarannya untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Terlebih, Kabupaten Klungkung memiliki kebutuhan dan potensi yang beragam sehingga kolaborasi tidak hanya dilihat dari sisi teknologi.

Bambang mengatakan ITS sebagai Kampus Inovasi juga dapat berkontribusi melalui pendidikan, riset, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan sistem yang dibutuhkan daerah.

“Kami ingin kerja sama ini menjadi pintu masuk untuk menghadirkan lebih banyak inovasi dari kepakaran ITS sesuai kebutuhan daerah,” ujar dosen Departemen Teknik Mesin ITS itu, dikutip Senin (21/9/2026).

Bupati Klungkung I Made Satria, S.H. menyambut baik tawaran kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi dengan ITS dapat menjadi peluang bagi Pemkab Klungkung untuk mengoptimalkan teknologi melalui kepakaran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah.

Ia mengatakan kerja sama dengan ITS membuka peluang bagi daerah untuk mengadopsi teknologi yang selama ini belum tersedia, termasuk teknologi sistem pemantauan pada kapal-kapal di wilayah Klungkung.

Pemkab Klungkung akan mengawali penerapan AIS melalui kapal-kapal di Nusa Penida.

“Selama ini kapal-kapal di Klungkung belum memiliki teknologi pemantauan keselamatan seperti yang dikembangkan oleh ITS. Dua kapal ini menjadi percontohan dan ke depannya kami berharap teknologi ini dapat dimanfaatkan lebih luas oleh kapal-kapal di Nusa Penida,” ujarnya.

AISITS tidak hanya ditujukan untuk mendukung keselamatan pelayaran, tetapi juga dapat membantu menjaga kekayaan alam perairan Klungkung. Kemampuan pemantauan kapal dapat mendukung upaya perlindungan biota laut dan terumbu karang dari aktivitas yang berpotensi merusaknya.

“Klungkung memiliki banyak potensi yang memungkinkan untuk dikembangkan bersama ITS. Kami berharap kerja sama ke depan berkembang ke berbagai sektor,” ujar Made Satria.

Empat Ruang Kolaborasi

Melalui kolaborasi tersebut, ITS dan Pemkab Klungkung mendorong agar hubungan perguruan tinggi dan pemerintah daerah tidak berhenti pada satu program, tetapi berkembang menjadi ekosistem kerja sama yang berkelanjutan.

Bagi ITS, langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen membawa hasil riset, inovasi, dan kepakaran kampus agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Dosen Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS A.A.B. Dinariyana Dwi Putranta, S.T., M.E.S., Ph.D. mengatakan ITS membuka empat ruang kolaborasi dengan Pemkab Klungkung.

Keempat ruang kolaborasi tersebut meliputi Program Desa Binaan, pengembangan sistem informasi, jalur penerimaan mahasiswa melalui kemitraan, serta penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya membawa kepakaran dan inovasi ITS lebih dekat dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Melalui keterlibatan dosen, mahasiswa, dan tenaga ahli, ITS mendorong agar hasil riset tidak berhenti di lingkungan kampus, tetapi dapat diterapkan untuk menjawab persoalan nyata di Klungkung.

Ke depan, sinergi tersebut diharapkan turut memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan menghadirkan solusi yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi pemerintah maupun masyarakat. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan