Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membantah tuduhan menerima fee 30 persen dalam pengajuan dana hibah pokok pikiran (pokir) kelompok masyarakat.
Bantahan itu disampaikan Khofifah saat bersaksi dalam sidang dugaan korupsi dana hibah pokmas di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Juanda, Sidoarjo, Kamis, 12 Februari 2026.
Melalui unggahan Instagram dua jam setelah persidangan, Khofifah menjelaskan duduk perkara yang berkembang di ruang sidang. Unggahan tersebut tercatat telah disukai 3.124 akun dan memuat 46 komentar warganet.
View this post on Instagram
“Saudaraku, sebagaimana diketahui kemarin, Kamis, saya menghadiri sidang tipikor di Sidoarjo. Saya ingin menegaskan bahwa adanya tuduhan kepada saya menerima fee/Ijon sebesar 30 persen dalam proses pengajuan dana hibah pokir kelompok masyarakat (pokmas) tidak benar, tidak berdasar, serta tidak rasional,” tulis Khofifah.
Ia menyampaikan penegasan tersebut ketika menanggapi pernyataan mantan Ketua DPRD Jawa Timur almarhum Kusnadi yang menyebut adanya pembagian fee dalam proses pengajuan dana hibah.
Hitungan Persentase Dipersoalkan
Dalam persidangan, Khofifah menanggapi pernyataan Kusnadi yang menyebut 30 persen untuk gubernur, 30 persen untuk wakil gubernur, 10 persen untuk sekretaris daerah, serta 3–5 persen untuk masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
“Saya tegaskan, tuduhan itu tidak benar. Jika dikaji secara matematis, tuduhan tersebut tidak memiliki dasar logika,” ujar Khofifah.
Ia menjelaskan, di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terdapat 64 OPD. Jika masing-masing OPD diasumsikan menerima 3 hingga 5 persen, total persentasenya telah melampaui 300 persen, belum termasuk persentase yang disebutkan untuk gubernur, wakil gubernur, dan sekretaris daerah.
“Kalau 64 OPD dikali 5 persen saja sudah lebih dari 300 persen. Itu belum ditambah 30 persen gubernur, 30 persen wakil gubernur, dan 10 persen sekretaris daerah. Secara hitungan matematika saja sudah tidak masuk akal,” katanya.
Dukungan Warganet Mengalir
Sejumlah warganet menyampaikan dukungan di kolom komentar unggahan tersebut.
Akun @seleramu078 menulis, “Semangat Bu Khofifah, terus bekerja untuk kemajuan Jawa Timur.”
Komentar serupa disampaikan @widyaayu7329, “Tetap semangat Bu Khofifah, kebenaran pasti akan terungkap.”
Sementara itu, @rizkyabdilah92 menuliskan, “Semangat Bu Khofifah, tetap kuat dan tegar menghadapi semua ujian.”
Akun @wordfangs_2 menyebut Khofifah sebagai pemimpin yang transparan. “Ini sosok pemimpin yang transparan. Wes rek wes, saiki wayahe beliau lanjut mbangun Jatim,” tulisnya.
Dukungan juga datang dari @izun19 yang menyatakan, “Sikap kooperatif bu gub perlu di apresiasi, sehat selalu ibu.”
Adapun @galuh.ayu56 berharap tata kelola pemerintahan tetap akuntabel. “Semoga Jawa Timur terus maju dengan tata kelola yang akuntabel, semangat buu,” tulisnya.
Ajak Masyarakat Jatim Tidak Terpengaruh
Khofifah mengajak masyarakat Jawa Timur tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
“Saya ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat Jawa Timur agar tidak terpengaruh oleh informasi atau tuduhan yang tidak berdasar,” ujarnya.
Ia memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap berkomitmen menjaga tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
“Saya ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat Jawa Timur bahwa apa yang dituduhkan itu tidak benar. Insya Allah saya, Pak Wagub, dan seluruh OPD bekerja keras menjaga integritas memastikan Jawa Timur makin maju, makin makmur, serta terus tumbuh, maju berkembang,” kata Khofifah. ***