Insiden kesalahpahaman antara pihak RSUD Dr. Mohamad Soewandhie dengan keluarga pasien RM (68) yang terjadi pada Jumat (1/11) dini hari, akhirnya diselesaikan secara damai. Kedua pihak saling memaafkan dalam audiensi yang diadakan oleh Pemerintah Kota Surabaya.
Audiensi tersebut menghadirkan perwakilan keluarga pasien RM yang didampingi oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) Barisan Nasional Pemuda Madura (BNPM) serta Direktur Utama RSUD Soewandhie, dr. Billy Daniel Messakh. Audiensi dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Ikhsan, didampingi Kepala Satpol PP Surabaya, M. Fikser, dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu. Hadir pula Kapolsek Genteng Polrestabes Surabaya, Kompol Bayu Halim Nugroho.
Ketua DPD BNPM Kota Surabaya, Muhammad Rosuli, yang mewakili keluarga pasien, secara terbuka meminta maaf kepada pihak RSUD Soewandhie. Rosuli mengakui bahwa miskomunikasi telah memicu ketegangan pada pertemuan yang berlangsung di rumah sakit itu pada Jumat dini hari.
“Saya memohon maaf kepada pihak terkait, terutama kepada Pak Sekda yang mewakili Pemerintah Kota dan Pak Dirut RSUD Soewandhie,” ucap Rosuli, Rabu (6/11).
Rosuli mengakui bahwa emosinya sempat memuncak saat pertemuan berlangsung. Hal ini dipicu kondisi keluarga yang sedang mengalami duka karena kehilangan anggota keluarga di RSUD Soewandhie. “Pada saat itu, saya dalam kondisi emosional. Tidak ada kata lain selain meminta maaf,” tambahnya.
Sebagai tanda itikad baik, Rosuli menyatakan bahwa pihaknya akan mencabut laporan polisi yang telah dibuat terhadap RSUD Soewandhie. Ia berharap agar masalah ini tidak hanya selesai di tingkat administrasi, tetapi juga secara hukum.
“Kami anggap audiensi ini sebagai forum perdamaian bersama. Selain diselesaikan secara administratif dengan fasilitasi Pemkot, kami dari BNPM Kota Surabaya juga menyatakan bahwa perkara ini telah selesai di ranah hukum,” tegas Rosuli.
Di sisi lain, Direktur Utama RSUD Soewandhie, dr. Billy Daniel Messakh, turut menyampaikan permohonan maaf dan rasa duka cita kepada keluarga RM. “Kami mohon maaf kepada keluarga pasien. Kami telah berusaha memberikan pelayanan terbaik, meski mungkin hasilnya belum sesuai harapan,” ujar dr. Billy.
Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Ikhsan, juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga RM dan berharap agar peristiwa serupa tidak terjadi lagi di masa mendatang. “Kami turut berduka cita. Mungkin saat itu situasinya kurang kondusif secara psikologis, sehingga terjadi kesalahpahaman. Kami berharap manajemen rumah sakit bisa memahami kondisi ini,” kata Ikhsan.
Ikhsan menambahkan bahwa RSUD Soewandhie merupakan salah satu rumah sakit rujukan utama bagi warga Surabaya. Oleh karena itu, kepercayaan masyarakat terhadap layanan rumah sakit tersebut perlu terus dijaga. “RSUD Soewandhie adalah tempat andalan warga. Semoga insiden ini tidak mengurangi kepercayaan masyarakat,” lanjutnya.
Kapolsek Genteng Kota Surabaya, Kompol Bayu Halim Nugroho, menekankan pentingnya menjaga sikap saat menyampaikan aspirasi, terutama di tempat umum seperti rumah sakit. “Saat menyampaikan aspirasi, lakukanlah dengan cara yang baik. Apa yang kita lakukan akan berdampak pada orang yang melihatnya,” ujar Kompol Bayu.
Ia mengimbau kepada seluruh pihak untuk mengendalikan emosi dan menjaga suasana kondusif, khususnya di fasilitas publik seperti RSUD Soewandhie. “Mari kita bersama-sama menjaga agar Surabaya semakin nyaman, sehingga orang yang datang ke Surabaya merasa senang,” tutup Kompol Bayu.
