Dirut Mengaku Tak Terlibat Korupsi IUP
Sementara itu, anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Herman Khaeron, mengaku heran ketika dia mengetahui jika potensi kerugian—termasuk kerugian ekologis—kasus dugaan korupsi di PT Timah mencapai Rp 271 triliun.
“Pertama, saya tidak lihat spirit kuat dalam presentasi ini dan berkesan tidak mampu mengurus manajemen PT Timah. Saya pesimistis, apalagi status tidak mudah ini menjadi persoalan yang sangat rumit. Tapi, di sisi lain, kinerja PT Timah menurun. Tapi kita dengar dan ikuti kasus PT Timah, kok luar biasa. Meski hitung-hitungan kerugian lingkungan di atas Rp271 triliun, itu angka fantastis, jadi aneh,” tuturnya.
Anggota Komisi VI DPR lainnya bahkan menyebut ada banyak ‘monster’ di belakang kasus tersebut apabila mengingat kerugian negara yang tumbul akibat kerusakan lingkungan dalam kasus tersebut menembus Rp271 triliun.
Menjawab keheranan anggota Komisi VI, Dirut PT Timah Ahmad Dani Virsal mengaku dirinya tak terlibat dalam kasus dugaan korupsi tersebut.
Sebagaimana diketahui, Kejagung RI telah menetapkan 16 tersangka dalam dugaan kasus korupsi tersebut. Sjumlah tersangka telah ditetapkan dalam perkara tersebut, termasuk Direktur Utama PT Timah Tbk periode 2016-2021 Mochtar Riza Pahlevi Tabrani; Direktur Keuangan TINS periode 2017-2018 Emil Ermindra; Direktur Operasional TINS periode 2017, 2018, dan 2021 Alwin Albar; serta Crazy Rich PIK Helena Lim dan suami artis Sandra Dewi, Harvey Moeis.
“Saya sendiri sangat terbuka dan memastikan saya tidak terlibat dalam kejadian yang terjadi selama ini dari 2015-2022 yang sedang diangkat Kejagung,” kata Ahmad Virsal dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Selasa (02/04/2024).
Menurut Ahmad, saat ini pihaknya kini tengah melakukan transformasi organisasi dengan penataan kembali tugas pokok dan fungsi serta kewenangan.
“Jadi, banyak hal yang kami potong untuk perbaiki percepatan komunikasi delegasi, dan keputusan mempercepat layanan masyarakat kita—hubungan kerja sama dengan penambang masyarakat,” kata Ahmad.
Di samping itu, Ahmad Melanjutkan, pihaknya juga berupaya melakukan perbaikan-perbaikan di beberapa sistem di internal untuk mempercepat keputusan dan memberikan kepastian.
“Sehingga apa yang kami jadikan produk itu bisa terukur dan tertelusuri dengan baik, dari mana asal-usul dan ke mana produk yang akan kita jual,” imbuhnya.■





