Tujuh Tahun di Neraka ISIS: Kesaksian Sipan Khalil, Penyintas Genosida Yazidi

Sipan Khalil (kanan) menuturkan apa yang dialami selama menjadi tahanan ISIS. Foto:Dok Instagram sepon.ajo
Sipan Khalil selamat dari neraka ISIS. Perempuan Yazidi berusia 26 tahun itu mengaku pernah ditahan langsung oleh pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi dan istrinya, setelah seluruh keluarganya dibantai dalam genosida Yazidi pada 2014.

Di sebuah apartemen sederhana di Berlin, Jerman, Sipan Khalil mengisahkan masa lalunya—pelan, tapi tutur katanya seperti menusuk hati. Ia adalah penyintas genosida Yazidi 2014. Seorang perempuan yang selamat setelah bertahun-tahun hidup dalam cengkeraman ISIS, bahkan di rumah pemimpinnya sendiri: Abu Bakr al-Baghdadi.

“Pada 2014, saya jatuh ke tangan ISIS bersama keluarga saya di desa Kocho,” ujarnya kepada Rudaw. Kalimatnya sederhana. Tapi di baliknya ada pembantaian. Ayahnya tewas. Saudara laki-lakinya dibunuh. Paman dan sepupu tak tersisa.

Kocho, desa kecil di Sinjar, Iraq Utara, berubah menjadi ladang kematian. ISIS menyerbu. Lebih dari 6.400 perempuan dan anak Yazidi diculik. Mereka dijual, diperkosa, disiksa. Dunia mencatatnya sebagai genosida. Sipan mengalaminya langsung.

Ia masih remaja ketika hidupnya direnggut.

Dari Kocho ke Rumah Pemimpin ISIS

Sipan berpindah tangan. Dari satu militan ke militan lain. Hingga akhirnya, ia berada di lingkaran paling gelap ISIS.

“Awalnya saya di rumah wakil Abu Bakr al-Baghdadi,” katanya. Rumah itu kemudian dibom. Sang wakil tewas. Dari sana, Sipan dibawa ke rumah istri Baghdadi.

Di tempat itu, ia bukan hanya tawanan. Ia pembantu rumah tangga. Mengurus anak-anak. Membersihkan rumah. Dan menanggung ketakutan setiap hari.

Tentang Baghdadi, Sipan tidak bertele-tele. “Dia teroris. Kata ‘teroris’ saja belum cukup menggambarkan dia,” ujarnya. “Tidak ada agama, tidak ada nurani, tidak ada belas kasihan.”

Yang lebih mengerikan, kata Sipan, bukan hanya dirinya yang menjadi korban. Ada anak-anak perempuan. Usia 8 atau 9 tahun. “Ia melakukan pelecehan terhadap mereka,” katanya lirih. “Istrinya bahkan lebih kejam.”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *