Potensi Pisang di Indonesia dan Manfaatnya
Sebagai informasi, Indonesia merupakan negara penghasil pisang terbesar di Asia. Produksinya mencapai lebih dari 50 persen produksi pisang negara-negara Asia, dengan kemampuan menghasilkan lebih dari 200 jenis pisang.
Pisang bermanfaat untuk kesehatan dan mempunyai manfaat ekonomi. Selain bisa sebagai bahan pangan pokok pengganti beras, pisang juga bisa menjadi pengganti tepung terigu. Buah berbentuk panjang ini juga bisa dikembangkan menjadi aneka olahan pangan yang digemari masyarakat, sehingga pisang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan sebagai pengganti bahan pangan pokok ke depannya.
Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin, sebagaimana dilansir dari Kompas.com pada Rabu, 30 Maret 2022, pernah mengatakan bahwa memakan dua buah pisang setara dengan memakan satu porsi nasi seberat 110 gram. Dengan kata lain, pisang dapat dijadikan sebagai pengganti nasi bagi yang ingin mengganti jenis karbohidrat.
Indonesia sendiri memiliki lebih dari 200 varian pisang, yang membuat negara ini menjadi pusat produksi pisang yang signifikan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2021 Indonesia mampu memproduksi 8,74 juta ton pisang—meningkat sebesar 6,82 persen dari tahun sebelumnya yang sekitar 8,18 juta ton.
BPS juga mencatat bahwa produksi pisang di Indonesia terus meningkat dalam lima tahun terakhir, dengan rata-rata kenaikan sekitar 5,2 persen per tahun.
Saat ini, predikat produsen pisang terbesar di dunia dipegang India. Pada tahun 2020 negara tersebut memproduksi 31,5 juta ton pisang. China berada di posisi kedua dengan produksi sekitar 11,5 juta ton pada tahun 2020. Dengan produksi 8,74 juta ton, Indonesia berada di posisi ketiga, mengalahkan Brasil (6,6 juta ton), Ekuador (6 juta ton) dan Filipina (5,9 juta ton).
Sebuah artikel dalam Journal of American Medical Association pada tahun 1917 juga membahas gizi yang terkandung dalam buah pisang. Kandungan gizi itu menjadikan buah ini berhasil menyandang gelar “makanan super” pertama.
Pada awal abad ke-20, pisang digunakan untuk pengobatan penyakit celiac dan disebut sebagai makanan kesehatan bagi anak-anak. Analisis para ahli menunjukkan bahwa pisang mengandung 68 persen air; 25 persen gula; 2 persen protein; 1 persen lemak dan minyak; serta 1 persen serat Selulosa.
Pisang juga mengandung pati dan asam tanin, vitamin A (300 IU per seratus gram), vitamin B dengan berbagai jenisnya; B1, B2, B 6, dan 12 (100 mg per seratus gram), persentase yang cukup dari vitamin D, dan sedikit Vitamin Z. Buah ini juga mengandung Kalsium (100 mg per seratus gram), Fosfor, Besi, Sodium, Kalium (potassium), Magnesium, dan Seng. Pisang juga mengandung potassium yang dikandungnya (0.24%), yang bermanfaat memfasilitasi pembuangan ampas dari tubuh.
Potassium berfungsi bersama sodium, meningkatkan pertumbuhan sel dan otot, dan mengatur ekuilibrium air dan detak jantung. Setiap perubahan pada keseimbangan sodium-potassium dapat mandatangkan ketidakteraturan pada sistim kerja saraf dan otot.
Dengan sederet zat bermanfaat yang dikandungnya tersebut, para ahli menyebut bahwa mengonsumsi pisang mampu mencegah gangguan jantung dan pembuluh darah; mengobati gangguan pencernaan; mengobati hipokalimea; menurunkan kadar gula darah; mengurangi mual; mencegah depresi; dan mengobati insomnia. Bahkan, pisang juga disebut bisa mengobati luka bakar hingga menormalkan detak jantung. ▪️





