Gempa Turki: Antara Repetisi Sejarah dan Tuduhan terhadap HAARP

Kecurigaan terhadap HAARP

Pada bagian lain, sekelompok orang menganggap bahwa gempa Turki kali ini adalah kesengajaan yang tidak terjadi secara alami. Bahkan, surat kabar di Turki sampai pada kesimpulan bahwa Pentagon lah yang sengaja menimbulkan gempa itu memanfaatkan teknologi High Frequency Active Auroral Research Program atau HAARP—alat pencipta gempa bumi buatan.

Media di Turki membahas tentang proyek militer-ilmiah Amerika HAARP—yang mempelajari interaksi ionosfer dengan radiasi elektromagnetik. HAARP meliputi antena, radar, radar laser, magnetometer, dan komputer untuk mengontrol bidang antena. Menurut catatan jurnalis Turki Omur Çelikdenmez dalam dikGAZETE, teknologi itu dapat mengubah iklim, memindahkan es, di kutub, mengendalikan gelombang laut, dan menyebabkan gempa bumi.

Bacaan Lainnya

Media di Turki curiga bahwa USS Nitze, kapal perang Amerika yang tiba di pelabuhan Istanbul pada malam sebelum gempa bumi, sengaja membawa semua teknologi itu ke Turki. Menurut mereka, berlabuhnya kapal itu tidak mungkin kebetulan. Pada saat yang sama, ahli mengingat bahwa sebelum gempa tahun 1999—sebagaimana dijelaskan pada bagian sebelumnya—sebuah kapal perang Amerika dengan sistem serupa juga berada di perairan Turki.

“Akibat gempa di lepas pantai Laut Marmara pada 17 Agustus 1999, yang diduga dipicu oleh teknologi HAARP, lebih dari 300 ribu bangunan di sekitar Istanbul rusak, 18,4 ribu orang meninggal, dan 48,9 ribu lainnya terluka,” tulis Omur Çelikdenmez.

Omur menganggap bahwa penutupan konsulat Amerika Serikat dan sejumlah negara Barat di Turki pada akhir Januari sebagai konfirmasi tidak langsung atas keterlibatan Amerika dalam bencana tersebut. Menurut artikel tersebut, otoritas Turki menganggap Amerika melakukan langkah tersebut sebagai indikasi kemungkinan operasi internasional melawan Ankara.

Artikel juga mencatat bahwa selama Amerika menggelar latihan militer bertema “Tantangan Milenium – 2002”, sebuah skenario dibuat untuk menekan negara-negara yang menguasai jalur laut. Informasi itu mengacu pada pemberitaan Associated Press (AP). Kendati penulis tidak memberikan bukti kuat untuk teorinya, namun fakta-fakta seperti itu banyak bermunculan di media Turki.

Sementara itu, jurnalis Amerika Seymour Hersh mulai melakukan investigas mengenai dugaan keterlibatan Amerika dan Norwegia dalam perusakan jaringan pipa gas Nord Stream. Hers curiga bahwa perusakan tersebut merupakan indikasi adanya operasi untuk menciptakan gempa buatan dengan bantuan teknologi HAARP.

Stasiun pemancar transmisi teknologi HAARP di Amerika. (dok.)

Pos terkait