8 Skandal Kecurangan di Olimpiade: No 2 Ada yang Melibatkan Pemain Bulutangkis Indonesia

8 skandal olimpiade. Ada yang pernah menyeret pebulu tangkis Indonesia. Foto;SS Britannica

5. Tidak Secepat Itu

Pelari cepat Amerika Marion Jones meraih lima medali dalam Olimpiade 2000 di Sydney. Namun, tuduhan penggunaan steroid telah lama mengikuti Jones, dan pada 2003 ia terlibat dalam penyelidikan federal tentang distribusi steroid ilegal oleh laboratorium BALCO. Jones mengaku bersalah pada 2007 karena berbohong kepada penyelidik federal dan mengakui menggunakan steroid. Semua hasil sejak 2000, termasuk gelar Olimpiade, dibatalkan, dan ia menjalani hukuman enam bulan penjara.

4. “Perlombaan Paling Kotor”

Pada Olimpiade Seoul 1988, Ben Johnson memenangkan medali emas dalam lari 100 meter dengan waktu 9,79 detik. Namun, beberapa hari kemudian, medalinya dicabut setelah ia dinyatakan positif menggunakan stanozolol, steroid anabolik. Johnson mengklaim bahwa semua peserta menggunakan narkoba, dan medali emasnya diberikan kepada Carl Lewis, yang juga pernah dinyatakan positif menggunakan stimulan terlarang. Linford Christie, peraih medali perak, juga dinyatakan positif menggunakan pseudoefedrin, tetapi kemudian dibebaskan oleh IOC.

3. Berkuda

Pada Olimpiade 2008 di Beijing, kuda Camiro, yang ditunggangi oleh Tony André Hansen dari Norwegia, dinyatakan positif menggunakan capsaicin, zat yang masuk dalam daftar terlarang. Hansen dan Camiro yang telah memenangkan perunggu dalam nomor lompat rintangan harus kehilangan medali mereka.