Olimpiade merupakan ajang olahraga terbesar di dunia yang diadakan setiap empat tahun sekali, dengan tujuan mempertemukan atlet-atlet terbaik dari berbagai negara untuk bersaing secara sportif dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Namun, di balik semangat persaingan sehat dan keagungan prestasi, terdapat sisi gelap yang tak terelakkan: kecurangan.
Sejak zaman dahulu, sejumlah atlet telah mencoba mengabaikan aturan demi mencapai kejayaan. Kecurangan dalam berbagai bentuk, mulai dari suap hingga penggunaan zat terlarang, telah mencoreng sejarah Olimpiade yang seharusnya menjadi simbol kemurnian dan kejujuran dalam olahraga. Kisah-kisah yang dirilis laman britannica berikut mengungkap skandal-skandal kecurangan yang telah mencoreng Olimpiade dari masa ke masa. Melalui tulisan ini, kami mengajak pembaca untuk merenungkan betapa pentingnya integritas dan sportifitas dalam setiap kompetisi, agar semangat Olimpiade tetap murni dan bermakna.
8. Et Tu, Nero?
Nero (Nero Claudius Caesar Augustus Germanicus), kaisar Romawi kelima (54-68 M), dikenal karena kontroversinya di Olimpiade 67 M. Pada ajang tersebut, Nero diduga menggunakan suap untuk bisa berkompetisi, meskipun Olimpiade awalnya hanya terbuka bagi orang Yunani. Contoh suapnya yang paling mencolok terjadi dalam perlombaan kereta perang empat kuda, di mana ia diizinkan berkompetisi dengan sepuluh kuda. Menurut laporan, Nero jatuh dari keretanya dan tidak menyelesaikan perlombaan, namun para pejabat tetap menobatkannya sebagai pemenang.
7. Mengambil Jalan Pintas
Jalur maraton di Olimpiade 1904 di St. Louis, Missouri, dikenal sebagai “jalur tersulit yang pernah dilalui manusia.” Fred Lorz, pelari Amerika, memutuskan untuk beristirahat setelah menempuh sembilan mil, kemudian menumpang kendaraan untuk 11 mil berikutnya. Setelah mobilnya mogok, Lorz kembali berlari dan memenangkan perlombaan. Namun, kecurangannya segera terungkap, dan Thomas Hicks, yang sedang sakit dan diberi strychnine, putih telur, dan brendi selama perlombaan, dinyatakan sebagai pemenang.
6. “Dis-Onishchenko”
Pada Olimpiade Montreal 1976, atlet Ukraina Boris Onishchenko difavoritkan meraih medali dalam pentathlon. Sebagai pemain anggar ulung, ia diharapkan tidak menghadapi kesulitan dalam cabang anggar. Namun, tim Inggris mencatat bahwa ia mendapatkan poin meski gagal menyentuh lawannya. Ternyata, épée-nya telah dimodifikasi sehingga ia bisa mencatat pukulan palsu. Onishchenko akhirnya dikeluarkan dari Olimpiade.