JAKARTA—Luar angkasa menyimpan banyak misteri yang belum terpecahkan. Maka dari itulah berbagai upaya ilmu pengetahuan terus-menerus dikerjakan untuk menggali rahasianya. Di tengah upaya tersebut, kadang para peniliti kadang menemukan yang ‘aneh-aneh’. Salah satunya ‘menemukan’ bau komet. Katanya enggak enak! Kok bisa?
Komet adalah benda besar angkasa yang terbuat dari debu dan es yang membentuk bongkahan dan mengorbit matahari. Komet juga dapat disebut sebagai benda angkasa purbakala, karena merupakan sisa-sisa pembentukan tata surya 4,6 miliar tahun lalu.
Jumlah komet di tata surya kita sangat banyak dan memiliki berbagai ukuran. Saat ini, para ilmuan memperkirakan terdapat 3,887 komet yang tersebar di tata surya yang kita huni. Karena adanya efek gravitasi matahari, komet-komet pun bergerak mengorbit bintang raksasa tersebut.
Saat komet tertarik gravitasi menuju Matahari, ia akan berputar di belakangnya, lalu kembali ke tempat asalnya. Ketika berada di bagian dalam tata surya, baik datang maupun pergi, saat itulah komet dapat dilihat di langit bumi.
Komet biasanya terlihat memiliki ekor yang panjang. Dari bumi, komet yang melintas sering terlihat seperti bintang jatuh.
Dikutip dari Science Alert, ketika komet mendekati Matahari, zat yang terkandung di dalamnya akan mulai keluar menjadi gas karena mendapatkan asupan panas. Wahana antariksa Philae Rosetta, milik Badan Antariksa Eropa, pun mengeklaim telah berhasil menganalisis susunan kimia yang ada dalam komet, dengan mengambil sampel komet 67P/Churyumov-Gerasimenko.





