Gus Izzul mengkritik lambatnya penetapan lokasi Muktamar NU ke-35 pada ajang Munas-Konbes 2026.
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah menetapkan jadwal Muktamar ke-35 yang akan berlangsung pada 1-5 Agustus 2026. Meski waktu pelaksanaan sudah pasti, PBNU belum memutuskan daerah mana yang akan menjadi tuan rumah perhelatan akbar tersebut. Situasi ini memantik perhatian publik, terutama terkait lambatnya pengambilan keputusan strategis ini.
Kritik Tajam Gus Izzul soal Tuan Rumah yang Mengambang
Pengamat dinamika NU, Muhammad Izzul Haq atau yang akrab disapa Gus Izzul, menjadikan penundaan penetapan tuan rumah ini sebagai sorotan utama. Mantan Ketua PCINU Amerika Serikat dan Kanada ini menilai keputusan tersebut janggal, mengingat forum sekelas Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) seharusnya sudah bisa langsung menyepakati lokasi muktamar.
”Meski betul bahwa penentuan lokasi Muktamar 2015 di Jombang dan 2010 di Makassar bisa dilakukan melalui Rapat Gabungan Syuriyah & Tanfidziyah, tapi kita sudah ada preseden sebelumnya, penentuan Muktamar 2021 di Lampung dilakukan di Konbes. Ya semoga ini bukan setingan sehingga tuan rumah muktamar berikutnya dibuat mengambang, padahal Muktamar 35 tinggal berapa minggu lagi,” kritik Gus Izzul dalam pernyataanya kepada Samudrafakta, Selasa (23/5/2026).
Ia secara khusus mempertanyakan kinerja Komisi Organisasi yang gagal memunculkan satu nama daerah. “Kenapa sampai hari terakhir Konbes rekomendasinya malah survei lokasi, bukannya memilih satu lokasi, ini jadinya gak efisien, mengulur-ulur waktu kan?,” tegasnya.
PBNU Segera Bentuk Tim Survei Kelayakan
Merespons situasi tersebut, Sekretaris Steering Committee (SC) Munas-Konbes NU 2026, Prof. Mohammad Nuh, memberikan klarifikasi. Dalam konferensi pers usai Sidang Pleno III di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Senin (22/6/2026), Nuh menjelaskan bahwa PBNU memang belum menunjuk tuan rumah karena harus melakukan penilaian mendalam terlebih dahulu.





