Sampel Susu Dibuang, Investigasi Dugaan Keracunan MBG di Depok Terkendala

Ilustrasi: Sampel susu yang tidak ditemukan menghambat investigasi dugaan keracunan MBG di Depok. Penyebab gangguan kesehatan siswa belum dipastikan.(AI)

Investigasi dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 20 siswa di Kecamatan Cipayung, Depok, terkendala karena sampel susu yang hendak diperiksa tidak ditemukan.

Sekretaris Komisi D DPRD Depok Siswanto mengatakan pihak dapur menyampaikan bahwa sampel dibuang setelah disimpan selama lebih dari dua hari.

“Dinkes tidak menemukan sampel susu yang diduga penyebab keracunan,” katanya kepada Liputan6.com, Sabtu, 10 Oktober 2026, dalam laporan yang terbit Minggu pagi.

Siswa disebut sudah pulih

Menurut Siswanto, peristiwa terjadi pada 5 Oktober. Dari 20 siswa yang mengalami gangguan kesehatan, 12 disebut mengalami kondisi lebih berat. Seluruh siswa dilaporkan sudah pulih.

Bacaan Lainnya

DPRD meminta penjelasan dapur penyedia MBG dan sejumlah dinas setelah menerima aduan masyarakat.

Susu menjadi salah satu komponen yang dicurigai. Namun, ketiadaan sampel membuat dugaan tersebut belum dapat dibuktikan melalui pemeriksaan terhadap susu yang dibagikan.

DPRD merencanakan inspeksi

Siswanto menyebut dapur penyedia memfasilitasi penanganan kesehatan siswa. DPRD juga berencana memeriksa dapur di wilayah Cipayung.

Ia meminta pengelola dan ahli gizi memastikan kualitas serta kelayakan makanan sebelum dibagikan kepada penerima MBG.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan