Putra KDM – Wabup Garut Minta Maaf atas Tragedi Pernikahan yang Tewaskan 3 Orang — Mengaku Tak Pernah Umumkan Makan Gratis

Maula Akbar dan Putri Karlina menyampaikan permohonan maaf kepada publik. | FOTO: Tangkapan Layar Instagram @putri.karlina14
Putra Gubernur Jabar dan Wakil Bupati Garut menyampaikan permintaan maaf mendalam atas insiden di pernikahan mereka yang menewaskan tiga warga. Mereka mengaku tak pernah mengumumkan makan gratis.

__________

Pasangan pengantin Maula Akbar dan Putri Karlina menyampaikan permohonan maaf kepada publik, khususnya kepada para korban dan keluarga yang terdampak tragedi dalam rangkaian acara pernikahan mereka di Garut, Jumat (18/7). Peristiwa nahas itu merenggut tiga nyawa dan melukai puluhan orang.

“Pertama, kami ingin menyampaikan permintaan maaf dan duka cita kepada masyarakat, khususnya para korban atas kejadian yang benar-benar tidak kami harapkan,” ujar Maula, putra sulung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, seperti dikutip detikcom, Ahad, 20 Juli 2025.

Bacaan Lainnya

Putri Karlina, yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Garut, mengaku terpukul. “Dari lubuk hati yang paling dalam, saya menghaturkan permohonan maaf atas musibah yang terjadi tepat dua hari setelah hari yang saya tandai sebagai hari paling bahagia dalam hidup saya,” ucapnya.

Bantah Acara Makan Gratis

Keduanya membantah narasi soal adanya acara makan gratis yang disebut-sebut sebagai pemicu kerumunan massa. Menurut Maula, tidak pernah ada pengumuman resmi tentang acara makan siang bersama masyarakat.

“Yang ada adalah sisa makanan dari resepsi yang belum sempat disajikan. Daripada mubazir, kami izinkan untuk dibagikan ke warga yang hadir di alun-alun,” jelasnya.

Putri menambahkan, makanan itu hanya dibagikan begitu saja tanpa seremoni atau jadwal resmi. “Kami tidak pernah umumkan makan gratis. Makanan memang dibagikan, tapi biarkan yang datang saja yang mengambil,” tegasnya.

Soal kerumunan yang memicu desak-desakan hingga jatuhnya korban jiwa, keduanya menyesalkan adanya miskomunikasi dalam pengaturan teknis acara. Putri menyatakan, sejak awal sudah mewanti-wanti agar akses jalan tetap terbuka.

“Saya sudah pesan agar tidak ada penutupan akses ke lokasi. Tapi ternyata ada miskomunikasi dan kesalahan sistem. Soal siapa yang bertanggung jawab, kami serahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian,” ujarnya.

Insiden tragis itu terjadi pada Jumat siang sekitar pukul 13.00 WIB di Alun-alun Garut. Warga yang datang membludak dan mulai saling dorong untuk masuk ke area acara. Dalam kekacauan itu, puluhan orang terjatuh dan terinjak.

Sebanyak 26 orang dilaporkan menjadi korban. Tiga di antaranya meninggal dunia: seorang anak bernama Vania Aprilia (8), seorang lansia Dewi Jubaedah (61), dan seorang anggota Polri, Bripka Cecep Saeful Bahri. Polisi masih menyelidiki penyebab dan pihak yang bertanggung jawab dalam kejadian ini.***

Pos terkait