Pemkot Surabaya menerima 200 becak listrik bantuan Presiden Prabowo untuk menguatkan ekonomi pengemudi becak.
Pemerintah Kota Surabaya menerima 200 unit becak listrik dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Bantuan tersebut langsung menyasar pengemudi becak sebagai upaya penguatan ekonomi rakyat dan pengentasan kemiskinan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyambut bantuan itu dengan penuh syukur. Ia menegaskan, becak listrik sejalan dengan fokus Pemkot Surabaya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan menekan angka kemiskinan.
“Alhamdulillah, bantuan 200 becak listrik dari Bapak Presiden Prabowo sudah kami terima. Ini sangat membantu warga kami, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga pengemudi becak,” ujar Eri, Jumat, 23 Januari 2026.
Eri memastikan Pemkot Surabaya akan memaksimalkan becak listrik sebagai transportasi wisata ramah lingkungan. Pemkot akan menempatkan armada tersebut di kawasan Kota Lama, Jalan Tunjungan, Peneleh, dan sejumlah titik wisata sejarah lainnya.
“Kami atur rutenya. Becak listrik tidak boleh masuk jalan protokol. Kami fokuskan di kawasan wisata agar wisatawan nyaman, bebas polusi, dan penghasilan pengemudi meningkat,” tegasnya.
Pemkot Surabaya juga menyiapkan standar operasional bagi pengemudi. Pemkot akan membekali mereka dengan seragam atau rompi khusus agar tampil rapi dan profesional di kawasan wisata.
Eri mengingatkan para penerima bantuan agar menjaga dan merawat becak listrik tersebut. Ia melarang keras praktik penjualan kembali bantuan.
“Becak ini tidak boleh dijual dan tidak boleh disalahgunakan. Gunakan untuk meningkatkan ekonomi keluarga,” tegasnya.
Untuk mendukung operasional harian, Pemkot Surabaya melalui Dinas Perhubungan akan bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara dalam penyediaan stasiun pengisian daya di pangkalan becak wisata.
“Kami petakan lokasi-lokasi strategis agar pengisian daya mudah dan operasional pengemudi lancar,” tambah Eri.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan GSN, Letjen (Purn) Dr. Teguh Arief Indratmoko, menjelaskan bahwa program becak listrik gratis berangkat dari keprihatinan Presiden Prabowo terhadap nasib pengemudi becak lansia.
“Bantuan ini berasal dari dana pribadi Bapak Prabowo, bukan APBN. Beliau ingin memuliakan pengemudi becak agar tidak lagi kelelahan di usia senja,” jelas Teguh.
Ia menyebutkan, becak listrik tersebut memiliki kecepatan maksimal 15 km/jam demi keamanan, mampu menempuh jarak hingga 40 kilometer dalam satu kali pengisian daya, bebas emisi karbon, dan tidak bising.
“Becak ini kami berikan gratis. Jika terjadi kerusakan, GSN sudah bekerja sama dengan bengkel Viar untuk perbaikan,” katanya.
Teguh menambahkan, Surabaya masuk dalam kota prioritas. Secara nasional, Presiden Prabowo menargetkan pengadaan 80 ribu becak listrik hingga 2027.
Salah satu penerima bantuan, Yasak, warga Rungkut Tengah, mengaku sangat terharu. Pria yang menarik becak sejak era 1970-an itu merasa hidupnya jauh lebih ringan.
“Saya narik becak sejak tahun 70-an. Baru kali ini dapat bantuan sebesar ini. Terima kasih Pak Prabowo, sekarang saya tidak perlu capek mengayuh lagi,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.***






0 Komentar