Wamensesneg Juri Ardiantoro memastikan program makan bergizi gratis (MBG) tidak akan dihentikan, kendati ribuan penerima dilaporkan keracunan. Pemerintah berjanji melakukan evaluasi dan mencari solusi.
__________
Juri mengakui, pemerintah mendengar masukan masyarakat yang meminta evaluasi hingga penghentian sementara MBG. Namun, menurut Juri, program andalan Presiden Prabowo Subianto itu tetap berjalan.
“Tidak perlu menghentikan secara total. Tentu ini akan menjadi masukan yang baik buat pemerintah, tapi sampai hari ini MBG akan tetap jalan,” kata Juri di Kantor Kemensetneg, Jakarta Pusat, Rabu (24/9).
Juri menyebut, pemerintah sedang mengevaluasi pelaksanaan MBG dan mencari jalan keluar atas kasus keracunan. Menurutnya, program ini dibutuhkan anak-anak sehingga tak boleh terhenti.
“Program ini dibutuhkan oleh anak-anak kita, oleh masyarakat kita sehingga jangan sampai terjadi demoralisasi dalam program ini karena kasus-kasus itu. Pasti akan kita cari jalan keluar untuk mengatasi kejadian-kejadian yang tidak diharapkan ini,” tutur mantan Ketua KPU itu.
Sejauh ini, data jumlah korban keracunan MBG berbeda-beda di tiap instansi. Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat 5.080 penerima keracunan dari 46 kasus. Versi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), ada 5.207 penerima dari 60 kasus.
Sementara Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut 55 kasus dengan 5.320 penerima terdampak.***





