Mahasiswa Unair Kembangkan AI untuk Ciptakan Asesmen Setara bagi Siswa Inklusif

Mahasiswa Unair
Tim Ctrl+Alt+Elite Universitas Airlangga (Unair). - Humas Unair

Tim Universitas Airlangga mengembangkan platform berbasis AI untuk membantu guru menyesuaikan soal bagi siswa reguler dan siswa dengan gangguan kognitif. Aplikasi itu masih disempurnakan menjelang final LIDM 2026 pada November.

Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) mengembangkan EquiTask AI, platform yang dirancang untuk membantu guru menyiapkan dan menyesuaikan asesmen bagi siswa dengan kebutuhan belajar berbeda.

Tim Ctrl+Alt+Elite membawa inovasi tersebut dalam kategori Inovasi Teknologi Digital Pendidikan pada Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2026. Saat ini, mereka mengembangkan fitur dan menguji aplikasi bersama guru serta siswa di sekolah inklusif.

Anggota tim terdiri atas Velisa Dwi Agustin, Rafalen Labibsani Farisqha, dan Rafida Arsya Wardani dari program D4 Teknik Informatika Fakultas Vokasi, serta Mairisa Rahma Zainia dari S1 Keperawatan Fakultas Keperawatan Unair.

Bacaan Lainnya

Menyesuaikan soal tanpa mengubah kompetensi

EquiTask AI menggunakan sistem Sequential Multi-Agent Pipeline. Sistem ini melibatkan agen kurikulum, agen psikologi anak berkebutuhan khusus, agen penyetara bobot, dan agen validator.

Menurut Mairisa, sistem tersebut dirancang agar penyesuaian soal tidak sekadar menyederhanakan materi, tetapi tetap mengukur kompetensi yang sama.

“Untuk siswa dengan gangguan kognitif, terkadang soal yang diberikan perlu disesuaikan. Tetapi penyesuaian tersebut juga tidak boleh membuat kompetensi yang diukur menjadi lebih rendah,” kata Mairisa, Kamis (15/10/2026).

Tim mengembangkan platform itu karena penggunaan AI untuk membuat soal masih memerlukan instruksi yang spesifik dan pemeriksaan ulang oleh guru. EquiTask AI diharapkan dapat membantu proses penyesuaian sekaligus pengecekan soal.

Namun, aplikasi tersebut masih dalam tahap pengembangan dan pengujian. Tim belum menyampaikan hasil evaluasi penggunaan platform di sekolah.

Persiapan menuju final LIDM

Pengembangan EquiTask AI dimulai pada Mei 2026, dari perumusan masalah dan konsep hingga pembuatan prototipe untuk seleksi internal Unair. Setelah lolos seleksi, tim mengunggah karya untuk penyisihan nasional pada 17 Juli.

Tim menerima pengumuman lolos ke final pada 1 September. Mereka kini menyempurnakan fitur dan melakukan validasi serta uji pengguna bersama guru dan siswa di sekolah inklusif. Babak final LIDM dijadwalkan berlangsung pada November.

Mairisa mengatakan tim ingin mengembangkan platform tersebut agar dapat membantu proses asesmen yang lebih sesuai dengan kebutuhan siswa.

“Pendidikan yang adil bukan selalu tentang memberikan hal yang sama, tetapi memberikan kesempatan yang sesuai bagi setiap siswa,” ujarnya.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan