Kepala Bidang Advokasi Guru Perhimpunan Pendidikan dan Guru, Iman Zanatul Haeri, mengkritik pernyataan Rocky Gerung tentang anggaran pendidikan dan program Makan Bergizi Gratis. Kritik itu muncul di akun X miliknya pada Minggu (11/10).
“Rocky Gerung menyerang guru demi membela MBG. Dengan menyatakan bahwa gaji guru diambil dari nutrisi anak, sehingga MBG gak masalah mengambil gaji guru,” tulis Iman. Ia menambahkan, “Kalau gurunya tidak punya gaji berbulan-bulan? Yang bisa diambil tinggal darahnya aja. Berarti lu ngisep darah guru, Rock.”
Naskah asal menyebut Iman sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Bayangan. Jabatan itu tidak muncul di profil atau laporan yang dicek hari ini. Yang tercatat adalah posisinya di Perhimpunan Pendidikan dan Guru serta sebagai guru sejarah.
Kutipan yang Ditanggapi
Pernyataan Rocky muncul dalam diskusi bersama akademisi Bagus Muljadi yang diunggah sekitar 10–11 Oktober. Dalam cuplikan yang beredar, Rocky mengatakan, “Kalau misalnya seluruh dana pendidikan dipindahin ke MBG, gurunya mati tuh. Kalau begitu sebaliknya, kalau seluruh dana MBG dipindahin ke guru, gurunya betul-betul tercerdas.”
Ia juga menyinggung risiko sebaliknya: “Tapi begitu dia mulai untuk mengajar dilihat anaknya bego. Kenapa? Ya anaknya nggak dapat nutrisi.” Kutipan itu adalah ilustrasi pengalihan total, bukan usulan kebijakan resmi.
Konteks yang Sudah Ada
Pada sidang uji materi di Mahkamah Konstitusi pada 15 Juni 2026, Iman menjadi saksi dan menyebut ada guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja paruh waktu yang digaji Rp50 ribu per bulan di Sumedang, tersisa Rp15 ribu setelah dipotong BPJS. Ia mengaitkan kondisi kesejahteraan guru dengan masuknya MBG ke pos anggaran pendidikan.
Hingga Senin (12/10) siang, Rocky belum menanggapi postingan Iman di laporan yang dicek. Polemik ini menyisakan pertanyaan tentang prioritas satu pos anggaran: apakah pemenuhan gizi anak dan hak finansial guru dapat berjalan bersamaan, atau saling mengorbankan.***




