FGSNI Desak Kemenkeu Tambah Anggaran Guru Madrasah

DPP FGSNI dan perwakilan pengurus kabupaten/kota melakukan audiensi dengan Direktorat Anggaran Keuangan Kemenkeu RI, di jakarta Pusat, Senin (19/01/2026). - Dok. FGSNI
FGSNI mendesak Kemenkeu menambah anggaran pendidikan Kemenag demi kesejahteraan guru madrasah.

Forum Guru Sertifikasi Nasional Indonesia (FGSNI) mendatangi kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI di Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026). Mereka menuntut keadilan negara dalam alokasi anggaran bagi lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama (Kemenag).

Ketua Umum DPP Forum Guru Sertifikasi Nasional Indonesia (FGSNI) Agus Mukhtar mengatakan, audiensi tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti pernyataan Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Balegnas dan Komisi VIII DPR RI pada Desember 2025.

Dalam RDPU itu, Nasaruddin Umar secara terbuka memprotes Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kemenkeu karena dinilai belum berlaku adil dalam penyediaan anggaran pendidikan di lingkungan Kemenag.

“Kami memperjuangkan agar Kemenkeu memprioritaskan tambahan anggaran untuk Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, khususnya untuk rekrutmen ASN atau PPPK bagi guru inpassing dan madrasah swasta,” ujar Agus kepada Samudrafakta, Kamis (22/1/2026).

Bacaan Lainnya

Agus menegaskan, keberpihakan anggaran merupakan faktor kunci peningkatan kesejahteraan guru non-ASN di madrasah swasta.

“Keberpihakan dan keadilan anggaran ini sangat penting bagi peningkatan kesejahteraan guru non-ASN dan madrasah swasta,” katanya.

Soroti Kebijakan SPPG Badan Gizi Nasional

FGSNI juga menyoroti kebijakan pemerintah yang dinilai timpang dalam pengangkatan aparatur. Salah satunya, pengangkatan sekitar 31.000 pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *