Badai Leonardo memicu banjir dan longsor di Spanyol–Portugal, menewaskan warga dan melumpuhkan infrastruktur.
Badai Leonardo menghantam Spanyol dan Portugal, memicu banjir luas, longsor, serta evakuasi ribuan warga di Semenanjung Iberia. Otoritas setempat menetapkan status darurat di sejumlah wilayah setelah hujan sangat deras membuat sungai meluap dan infrastruktur lumpuh.
Mengutip laporan Reuters, badai membawa curah hujan tinggi yang menyebabkan gangguan besar pada jaringan transportasi dan layanan publik. Wilayah selatan Spanyol dan sebagian Portugal menjadi area paling terdampak.
Di Provinsi Córdoba, evakuasi dilakukan di sekitar Sungai Guadalquivir. Sekitar 1.500 penduduk desa pegunungan Grazalema meninggalkan rumah mereka akibat kenaikan muka air, sementara sekitar 7.000 orang mengungsi di kawasan Andalusia.
Korban Jiwa dan Status Darurat
Reuters melaporkan Leonardo bukan kejadian tunggal, melainkan bagian dari rangkaian lebih dari enam badai musim dingin yang melanda kawasan tersebut sejak awal 2026. Dalam laporan terpisah, seorang pria dilaporkan tewas tersapu banjir di Portugal, sementara seorang perempuan meninggal di Spanyol setelah terseret arus deras saat hujan ekstrem terjadi.
Hujan lebat, salju, dan angin kencang juga memaksa hampir 170 ruas jalan ditutup. Layanan kereta terganggu, dan sejumlah kegiatan publik—including pertandingan olahraga—ditunda demi keselamatan.
Kerugian Pertanian Membengkak
Gelombang badai lanjutan memperparah dampak ekonomi. Reuters mencatat kerusakan “katastrofik” pada sektor pertanian dan kehutanan, dengan lebih dari 11.000 warga terdampak atau mengungsi. Estimasi kerugian mencapai sekitar €750 juta, terutama pada lahan pertanian dan infrastruktur pedesaan.





